JAKARTA. DMKtv,- Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskesad) memberikan pendampingan khusus kepada 12 peserta Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang memiliki riwayat penyakit serta dua peserta yang sedang hamil.
Komandan Satuan Pendidikan Pusdikkes Letkol Ckm Said Jauhari mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti pendidikan dengan aman sesuai kondisi kesehatannya masing-masing.
“Kami melakukan pemeriksaan kesehatan seluruh peserta sebelum pelatihan. Setelah diketahui kondisi kesehatan dan riwayat penyakitnya, kami memberikan pendampingan khusus kepada peserta yang dianggap rentan sakit,” kata Said saat ditemui di Puskesad, Jakarta Timur, Selasa.
Menurut dia, pendampingan kesehatan akan dilakukan selama masa pendidikan yang berlangsung sekitar satu setengah bulan.
Pusdikkes saat ini mendidik 229 peserta SPPI yang seluruhnya perempuan. Dari jumlah tersebut, 48 peserta telah menikah, sedangkan sisanya masih lajang.
Hingga saat ini, pihaknya mencatat terdapat 12 peserta yang memiliki riwayat penyakit dan dua peserta yang sedang hamil.
Mereka tidak diikutsertakan dalam kegiatan luar ruangan seperti baris-berbaris dan olahraga, serta mendapatkan pemantauan kesehatan secara khusus selama mengikuti pendidikan.
Selain itu, Pusdikkes juga menyiapkan fasilitas rumah sakit untuk memberikan pelayanan medis apabila peserta mengalami gangguan kesehatan selama masa pendidikan.
Said mengatakan pendidikan SPPI di Pusdikkes difokuskan pada pembinaan disiplin, karakter, dan bela negara sebagai bekal bagi peserta yang akan bertugas sebagai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Kegiatan di lapangan yang dilakukan saat ini lebih diarahkan untuk membina kedisiplinan dan kekompakan peserta,” ujarnya.
Ia berharap penguatan pengawasan kesehatan dan pendampingan medis tersebut dapat memastikan seluruh rangkaian pendidikan berjalan aman dan lancar hingga selesai.
*(Walda Marison/ANTARA)











