JAKARTA. DMKtv,- Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha diusut tuntas.
“Harus diselidiki kemudian kasus hukumnya harus dituntaskan sampai sejelas-jelasnya,” kata Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.
Sebelumnya, dr. Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, NTT pada Jumat (26/6). Almarhum meninggal usai diduga diintimidasi oleh anggota DPRD TTU saat menangani pasien anak korban gigitan ular di RS Leona pada Sabtu (13/6).
Atas hal itu, Puan pun menegaskan tidak boleh ada lagi intimidasi maupun perundungan terhadap tenaga kesehatan.
“Bahwa ada terjadi perundungan, jangan sampai terulang lagi,” katanya.
Terkait dugaan keterlibatan politisi dalam kasus itu, ia pun memastikan proses hukum harus tetap dilakukan walaupun setiap partai yang menaungi anggota dewan memiliki mekanisme internal.
“Namun yang pasti, sanksi hukum atau kemudian penyelidikan harus dilakukan sampai tuntas,” ucap Puan.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dr. Icha, yang bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT dan akan mengusut tuntas kasus dugaan intimidasi terhadap dokter tersebut.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman di Jakarta, Minggu (28/6) mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Inspektorat Jenderal Kemenkes saat ini sedang dalam proses menangani kasus ini. Pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan intimidasi yang dialami almarhumah oleh individu tertentu.
*(Bagus Ahmad Rizaldi/ANTARA)











