JAKARTA. DMKtv,– Kasus riset palsu yang dibuat dua terduga Rifaldy Fajar dan Prihantini terus bergulir, di mana kembali terungkap jika Prihantini catut 19 kali nama Ayuni Kemala Safira dalam riset palsu.
Pencatutan nama Ayuni Kemala Safira dalam riset palsu ini diakui oleh Prihantini dan melalui sebuah video singkat terduga pelaku riset palsu tersebut menyampaikan klarifikasi dan permita maaffannya.
Ayuni Kemala Safira bukanlah satu-satunya nama yang dicatut oleh terduga Rifaldy Fajar dan Prihantini.
Terdapat beberapa nama lainnya yang juga terungkap menjadi korban pencatutan oleh dua orang terduga pembuat riset palsu yang dipresentasikan di berbagai kegiatan konferensi.
Tidak hanya konfrensi berskala lokal, namun Prihantini juga membawa hasil riset palsunya ke kancah internasional dan konferensi dunia International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISSPD) di Kopenhagen, Denmark pada 17-21 Mei 2026 lalu menjadi titik terbongkarnya kebohongan mereka.
Adapun nama-nama yang telah dikui dicaut antara lain dosen Matematika UNM tersebut adalah Mariani S.Si.M.Si, kemudian ibu dari Rifaldy yang bernama Elfiana Syafruddin.
Pencatutan nama Ayuni Kemala Safira ini juga diakui oleh Prihantini, di mana dalam video yang diunggah oleh akun @archeerl.
Dalam video tersebut, Prihantini mengakui jika Ayuni Kemala Safira tidak terlibat dalam karya, poster dan abrak yang telah beredar.
“Saya Prihantini dengan segala kerendahan hati saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dari semua berita-berita yang tersebar diberbagai media sosial saat ini,” ungkapnya dalam video tersebut.
“Saya izin untuk mengakui bahwa atas nama Ayuni Kumala Safira tidak terlibat apapun dalam permasalahan baik itu karya, abstrak ataupun poster yang telah beredar di media sosial ini”.
“Semaua sepenuhnya dari saya pribadi dan teman-teman saya yang membuat, dan atas nama Ayuni Kemala Safira tidak ada sangkut paut ataupun tahu menau terkait dengan karya ini dan semua yang tersebar di sosial media,” tambahnya.
Selain itu dalam video tersebut, Prihantini juga menyampaikan bahwa hal yang sama juga berlaku untuk institusi yang tercantum atas nama Ayuni Kemala Safira.
Rifaldy Fajar Menghilang
Meskipun Prihantini telah memberikan klarifikasinya dan mengakui kesalahan karena mencatut nama orang lain dalam karya tulisnya, namu hingga saat ini Rifaldy Fajar masih belum memberikan pernyataan.
Meskiun beberapa waktu lalau setelah terbongkarnya riset palsu di Komenhagen, Rifaldy sampat memberikan klarifikasi di akun media sosialnya.
Akan tetapi, setelah ibunya sendiri juga mengakui jika Rifaldy ternyata mencatut namanya rekan Prihantini ini masih belum memberikan pernyataan apapun.
Bahkan pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyalı Bulukumba (UMB) pada 29 Mei lalu telah memberikan pernyataan agar Rifaldy untuk segera mempertanggung jawabkan perbuatannya.
UMB sendiri mengungkapkan keseriusannya untuk menyelesaikan masalah ini dan telah mengeluarkan somasi terbuka terhadap Rifaldy.
Pihak UMB juga menyampaikan jika Rifaldy tidak datang langsung ke Bulukumba untuk melakukan klarifikasi resmi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, maka pihak LPPM UMB tidak akan ragu untuk segera mengambil langkah hukum dan melaporkan kasus pemalsuar serta pencemaran nema baik ini ke pihak kepolisian.
*(Reza Permana/DISWAY.ID)











