JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto meminta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk tidak mendengarkan pihak yang “nyinyir” dan tetap fokus bekerja untuk kemajuan Indonesia.
Pesan tersebut ditegaskan Presiden saat membuka Munas XVIII HIPMI di Bandar Lampung, Rabu.
Dalam siaran daring yang diikuti dari Jakarta, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia membutuhkan para pengusaha yang militan dan tidak mengenal menyerah.
“Kita harus bersatu, gotong royong, kalau ada yang menghasut, memecah belah, yakinlah dia bekerja untuk orang lain, bukan untuk orang Indonesia, yang nyinyir,” kata Presiden.
Prabowo mengingatkan kepada peribahasa anjing menggonggong kafilah berlalu, bahwa Indonesia akan tetap berada di jalan yang benar dan tidak harus mendengarkan komentar nyinyir.
“Kita akan menuju kemenangan dan kehebatan saudara-saudara sekalian. Dulu waktu pejuang-pejuang kita, waktu mereka mengatakan merdeka banyak juga yang nyinyir,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden juga mengingatkan bahwa nasionalisme adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.
Secara khusus, dia mengajak para pengusaha muda untuk memahami bahwa kemajuan ekonomi terjadi karena adanya semangat nasionalisme yang kuat.
Presiden Prabowo pun mengutip pemikiran sosiolog dan sejarawan Liah Greenfeld dalam buku The Spirit of Capitalism: Nationalism and Economic Growth.
Menurut Presiden, bahkan para pemikir yang menjadi rujukan dalam perkembangan kapitalisme modern mengakui bahwa nasionalisme merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Yang saya ambil kalimat terakhir, ‘The sustained growth characteristic of modern economy’ karakteristik tidak maju, tidak berkembang dengan sendirinya. Pembangunan, pertumbuhan distimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme,” ujar Presiden.
Kepala Negara menegaskan bahwa pengalaman berbagai negara menunjukkan hubungan erat antara nasionalisme dan kemajuan ekonomi.
Menurut Presiden, kebangkitan sejumlah negara besar di dunia tidak dapat dilepaskan dari semangat kebangsaan yang mereka bangun dan pelihara.
*(Prisca Triferna Violleta/ANTARA)











