JAKARTA. DMKtv,-Pebalap motor asal Indonesia, Veda Ega Pratama mengalami nasib yang kurang beruntung usai seri Moto3 Australia di Sirkuit Phillip Island resmi dibatalkan.
Alasan Moto3 dibatalkan karena kondisi cuaca buruk dinilai dapat mencelakai para pebalap apabila tetap diteruskan.
Sehari sebelumnya Veda Ega Pratama yang merupakan Honda Team Asia sukses mengamankan posisi start terdepan (pole position) saat kualifikasi.
Negara bagian Victoria, Australia, diperkirakan menghadapi cuaca musim semi yang lebih dingin dari biasanya. Hujan lebat, angin kencang, hingga potensi salju tipis di kawasan pegunungan mewarnai prakiraan cuaca pada awal pekan, sebelum suhu kembali meningkat menjelang perhelatan Melbourne Cup.
Kondisi cuaca buruk juga berdampak pada penyelenggaraan MotoGP di Phillip Island.
Hujan dan jarak pandang yang terbatas mengganggu operasional helikopter medis, sehingga balapan belum dapat digelar setidaknya hingga pukul 16.00 pada Minggu, berdasarkan laporan yang tersedia.
Di Melbourne, hujan telah mengguyur sejak pagi. Curah hujan yang tercatat selama 12 jam hingga tengah hari mencapai lebih dari 22 milimeter.
Sementara itu, Altona, di bagian barat daya Melbourne, mencatat sekitar 40 milimeter hujan dalam periode 24 jam.
Suhu Melbourne Turun, Salju Tipis Berpotensi Terjadi
Prakiraan menunjukkan suhu di Melbourne akan berada di bawah rata-rata selama paruh pertama pekan.
Suhu maksimum diperkirakan hanya mencapai 16 derajat Celsius pada Senin dan 17 derajat Celsius pada Selasa, ketika hujan mulai mereda.
Prakirawan senior Biro Meteorologi Australia, Michael Efron, mengatakan suhu akan terasa lebih dingin akibat peningkatan kecepatan angin.
“Udara akan terasa jauh lebih dingin menjelang sore hari seiring dengan meningkatnya kecepatan angin,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya, ketika suhu sempat menyentuh kisaran 30 derajat Celsius.
Front cuaca dingin yang melintasi Victoria juga berpotensi membawa hujan salju ringan ke kawasan Alpine pada Senin dan Selasa. Resor pegunungan seperti Mount Baw Baw termasuk wilayah yang diperkirakan dapat mengalami salju tipis.
Selain itu, potensi hujan es berukuran kecil juga muncul di sejumlah kawasan pesisir mulai Minggu malam hingga Senin dini hari.
Efron menjelaskan, perubahan suhu yang tajam merupakan salah satu karakteristik musim semi di Victoria.
Perbedaan kondisi tersebut dipengaruhi pemanasan daratan akibat intensitas sinar matahari yang meningkat, sementara perairan samudra di sebelah selatan Australia masih relatif dingin.
Peringatan Badai Petir dan Angin Kencang
Selain hujan dan suhu dingin, otoritas meteorologi mengeluarkan peringatan badai petir hebat untuk wilayah timur laut Victoria hingga Minggu sore.
Angin yang berpotensi merusak diperkirakan dapat memengaruhi sejumlah lokasi, termasuk Wodonga, Corryong, Bright, Falls Creek, Mount Hotham, dan Omeo.
Warga di kawasan terdampak diimbau mengikuti informasi cuaca resmi serta memperhatikan langkah-langkah keselamatan selama kondisi buruk berlangsung.
Di wilayah East Gippsland, perhatian juga tertuju pada risiko thunderstorm asthma atau serangan asma yang dapat dipicu badai petir.
Kombinasi kadar serbuk sari rumput yang tinggi, angin kencang, dan aktivitas badai petir berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi kelompok rentan.
Risiko tersebut terutama menjadi perhatian bagi warga yang memiliki asma maupun alergi serbuk sari musiman atau hay fever.
Namun, orang yang sebelumnya tidak pernah didiagnosis menderita asma juga dapat mengalami gejala gangguan pernapasan dalam kondisi tertentu.
*(Risto Risanto/DISWAY.ID)











