PM Modi Sambut Baik Integrasi Sistem Pembayaran India dengan QRIS

JAKARTA. DMKtv,- Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyambut baik rencana integrasi sistem pembayaran India, UPI, dengan sistem pembayaran Indonesia, QRIS.

Sebab, menurut Modi, jika keduanya terintegrasimaka itu akan meningkatkan interaksi antarmasyarakat dua negara sekaligus meningkatkan transaksi ekonomi Indonesia-India.

Di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, PM Modi dan Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana mengintegrasikan sistem pembayaran dua negara itu saat sesi pernyataan pers bersama yang merupakan rangkaian acara kunjungan kenegaraan PM Modi hari ini.

“Salah satu kekuatan terbesar hubungan kita adalah hubungan antarmasyarakat. Kami sangat senang (mengumumkan rencana, red.) bahwa sistem pembayaran digital India, UPI, akan terintegrasi dengan sistem pembayaran Indonesia. Ini akan memudahkan dunia usaha dan masyarakat dua negara,” kata Modi.

Sementara itu, Presiden Prabowo dalam pernyataan pers bersamanya dengan PM Modi, menjelaskan integrasi sistem pembayaran dua negara itu diharapkan dapat memperkuat ketahanan sektor keuangan dua negara dan mempermudah transaksi lintas negara, khususnya antara India dan Indonesia.

Jika berhasil diimplementasikan, kode pembayaran QR Indonesia, QRIS, dapat digunakan untuk bertransaksi di India, sementara kode QR dari ekosistem pembayaran digital India, Unified Payments Interface (UPI), dapat digunakan di Indonesia.

“Guna memperkuat kerja sama sektor keuangan, kami menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR, cross-border QR payment linkage antara Indonesia dan India,” ujar Prabowo.

Sistem ini, kata Prabowo, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan.

Integrasi sistem pembayaran dua negara itu menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan PM Modi di Istana Merdeka hari ini.

Dalam pertemuan yang sama, dua negara juga membahas percepatan pembahasan Indonesia–India Preferential Trade Agreement (PTA) dan peninjauan ASEAN–India Trade in Goods Agreement (AITIGA).

Tidak hanya sektor keuangan dan perdagangan, dua negara juga membahas kerja sama bidang energi, riset, inovasi, dan pendidikan, kemudian sektor kesehatan.

“Di tengah situasi global saat ini, kami juga mendorong kerja sama di bidang ketahanan energi, termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya, pertukaran teknologi, serta peningkatan kapasitas di bidang teknologi nuklir,” ujar Presiden Prabowo.

*(Genta Tenri Mawangi/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini