Pidato soal Kekuasaan Ramai Ditafsirkan, AHY Beri Penjelasan

JAKARTA. DMKtv,- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menegaskan Demokrat mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan Indonesia.

“Posisi Demokrat jelas, posisi Demokrat jelas, kami ingin pemerintahan presiden Prabowo Subianto, berhasil. Tidak ada hal lain, selain kesuksesan dan keberhasilan pemerintahan ini,” kata AHY saat menyampaikan sambutan pada puncak HUT Ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu.

AHY menjelaskan penegasan tersebut disampaikan untuk meluruskan maksud pidatonya empat hari sebelumnya yang menyinggung soal kekuasaan dan menimbulkan berbagai tafsir di kalangan politisi.

Menurut dia, pidato tersebut pada dasarnya ditujukan untuk menyemangati kader Demokrat sekaligus meneguhkan kembali nilai dan jati diri perjuangan partai.

Ia juga ingin seluruh kader memahami tanggung jawab Demokrat sebagai bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

AHY mengatakan keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, menciptakan lapangan pekerjaan, menjaga stabilitas, memperkuat ekonomi, dan membawa Indonesia semakin maju merupakan keberhasilan seluruh bangsa.

“Bukan hanya kabinet. Bukan hanya partai-partai yang berada dalam pemerintahan, tapi yang berhasil adalah kita semua,” katanya.

Sebelumnya, AHY mengingatkan kader Demokrat bahwa kekuasaan tidak boleh dimiliki seseorang selamanya karena merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu.

“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY saat berpidato pada HUT Ke-25 Partai Demokrat di Gedung DPP Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9).

Menurut AHY, prinsip tersebut perlu terus dipegang kader untuk memastikan iklim demokrasi di Indonesia tetap sehat.

Ia mengatakan demokrasi merupakan hak seluruh masyarakat yang harus dijaga. Melalui demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk memilih dan dipilih sebagai pemimpin.

*(Bagus Ahmad Rizaldi/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini