Amerika Serikat. DMKtv – Otoritas Los Angeles memastikan bahwa agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) tidak akan melakukan penegakan hukum imigrasi sipil selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Jaminan tersebut disampaikan setelah muncul kekhawatiran luas dari komunitas imigran dan serikat pekerja yang khawatir turnamen sepak bola terbesar di dunia itu akan dimanfaatkan untuk operasi penegakan hukum terhadap warga asing.
Sheriff Wilayah Los Angeles Robert Luna mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) terkait pengamanan turnamen. Menurutnya, agen federal memang akan hadir untuk mendukung keamanan acara, tetapi tidak akan menjalankan operasi imigrasi di stadion maupun zona penggemar.
Luna menegaskan bahwa fokus aparat selama turnamen adalah menjaga keselamatan penonton, pemain, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan.
Kekhawatiran Berawal dari Ancaman Mogok Pekerja
Pernyataan tersebut muncul setelah serikat pekerja yang mewakili ribuan karyawan stadion mengancam melakukan mogok kerja jika agen ICE diterjunkan selama Piala Dunia.
Para pekerja menilai kehadiran aparat imigrasi berpotensi menciptakan suasana ketakutan di lingkungan kerja maupun di kalangan penggemar yang datang menyaksikan pertandingan.
Isaac Martinez, seorang juru masak stadion yang ikut dalam aksi protes, mengatakan para pekerja tidak ingin hidup dalam ketidakpastian saat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, stadion seharusnya menjadi tempat yang aman untuk bekerja dan menikmati olahraga, bukan lokasi yang memicu kekhawatiran akan penahanan atau pemeriksaan imigrasi.
Los Angeles Jadi Panggung Utama Piala Dunia
Los Angeles akan memainkan peran penting dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Stadion SoFi, yang selama turnamen akan menggunakan nama Stadion Los Angeles sesuai aturan FIFA, dijadwalkan menggelar delapan pertandingan, termasuk laga pembuka Amerika Serikat melawan Paraguay pada 12 Juni.
Sebagai salah satu kota terbesar dan paling beragam secara etnis di Amerika Serikat, Los Angeles diperkirakan akan menerima ratusan ribu pengunjung domestik maupun internasional selama turnamen berlangsung.
Karena itu, isu keamanan dan perlindungan hak-hak pengunjung menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Laga Iran Diprediksi Memicu Aksi Protes
Selain persoalan imigrasi, aparat juga mengantisipasi potensi meningkatnya tensi politik selama pertandingan yang melibatkan Iran.
Los Angeles dijadwalkan menjadi tuan rumah dua dari tiga pertandingan fase grup Iran. Situasi ini dinilai sensitif karena berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Washington dan Teheran.
Wilayah Los Angeles sendiri menjadi rumah bagi salah satu komunitas diaspora Iran terbesar di dunia di luar Iran. Kondisi tersebut membuat aparat memperkirakan akan muncul berbagai bentuk demonstrasi, baik yang mendukung maupun menentang pemerintah Iran.
Robert Luna mengatakan pihaknya akan menambah jumlah personel keamanan di sekitar pertandingan Iran untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya turnamen.
Menurutnya, aparat terus memantau perkembangan situasi internasional dan aktivitas kelompok masyarakat yang berencana melakukan aksi di sekitar stadion maupun zona penggemar.
FBI Terapkan Aturan Ketat untuk Drone
Selain pengamanan di darat, aparat federal juga akan memperketat pengawasan wilayah udara selama turnamen berlangsung.
Asisten Direktur FBI Patrick Grandy mengatakan pembatasan penerbangan sementara akan diberlakukan di sekitar stadion dan lokasi resmi Piala Dunia. Setiap drone yang memasuki area terlarang akan dianggap sebagai ancaman keamanan.
Menurut Grandy, aparat memiliki kemampuan untuk menjatuhkan drone yang melanggar aturan penerbangan ke lokasi aman yang jauh dari kerumunan penonton.
Ia menegaskan bahwa pihak berwenang menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap pelanggaran pembatasan udara selama turnamen berlangsung.
Aparat Siapkan Operasi Keamanan Terbesar
Jaksa Wilayah Los Angeles Nathan Hochman menggambarkan pengamanan Piala Dunia sebagai salah satu operasi keamanan terbesar yang pernah dilakukan di kawasan tersebut.
Ribuan personel dari berbagai lembaga penegak hukum akan dikerahkan selama periode turnamen yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli.
Hochman bahkan memberikan peringatan keras kepada pelaku kejahatan yang berencana memanfaatkan keramaian turnamen.
Menurutnya, siapa pun yang melakukan tindak kriminal selama Piala Dunia akan menghadapi proses hukum secara maksimal.
Menjaga Keseimbangan antara Keamanan dan Kenyamanan
Dengan jutaan penggemar diperkirakan memadati stadion dan zona penggemar di seluruh Amerika Serikat, otoritas Los Angeles kini berupaya menjaga keseimbangan antara keamanan ketat dan kenyamanan pengunjung.
Jaminan bahwa ICE tidak akan melakukan operasi imigrasi di arena pertandingan diharapkan dapat meredakan kecemasan komunitas imigran yang sebelumnya khawatir menghadiri pertandingan.
Namun di saat yang sama, aparat tetap meningkatkan pengamanan menghadapi ancaman lain, mulai dari aksi protes politik hingga potensi gangguan keamanan udara. Kombinasi kedua pendekatan itu menjadi kunci bagi Los Angeles untuk memastikan Piala Dunia 2026 berlangsung aman tanpa mengurangi semangat perayaan sepak bola yang menjadi daya tarik utama turnamen tersebut.
*(Anas/DMKtv)











