Pengumuman 51 Saham HSC dirilis BEI, Ini Daftar Lengkapnya

JAKARTA. DMKtv, – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merilis daftar terbaru berisi 51 emiten yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC), saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan investor publik yang sangat tinggi.

Tindakan tersebut memberikan transparansi yang diambil oleh otoritas bursa dengan tujuan untuk memberikan peta volatilitas dan memitigasi risiko bagi para pelaku pasar. Mengingat daftar saham ini memiliki likuiditas yang ketat serta pergerakan harga yang lebih sensitif akibat dominasi kepemilikan oleh segelintir pihak.

Berikut daftar rilis saham yang disampaikan oleh BEI:

  1. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
  2. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
  3. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
  4. PT Bank Mega Tbk (MEGA)
  5. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
  6. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
  7. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
  8. PT Golden Flower Tbk (POLU)
  9. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
  10. PT MD Entertainment Tbk (FILM)
  11. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
  12. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
  13. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
  14. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
  15. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
  16. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
  17. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
  18. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
  19. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
  20. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
  21. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
  22. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
  23. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
  24. PT Siantar Top Tbk (STTP)
  25. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
  26. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
  27. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
  28. PT FAP Agri Tbk (FAPA) – masuk 14 Juli 2026
  29. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
  30. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
  31. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
  32. PT Bank Permata Tbk (BNLI)
  33. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
  34. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
  35. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
  36. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
  37. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
  38. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
  39. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
  40. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
  41. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
  42. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
  43. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
  44. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
  45. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
  46. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
  47. PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)
  48. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
  49. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  50. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  51. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)

Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas daftar pengawasan ini dengan menambahkan 37 emiten baru ke dalam 14 saham yang telah dirilis sebelumnya, sehingga total kini mencapai 51 saham HSC.

Sejak pengumuman resmi dikeluarkan ini dipicu oleh penyimpangan teknis transaksi, daftar saham tersebut memiliki volume perdagangan rendah yang menghasilkan velocity yang minim, namun memicu lonjakan harga ekstrem hingga menghasilkan Price Impact Ratio yang tinggi.

Steatment tersebut disampaikan langsung oleh Jeffrey Hendrik selaku Direktur Utama Bursa Efek Indonesia.

“Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi ada atau tidaknya high shareholding concentration. Tentu trigger factors lain yang terkait dengan kegiatan pengawasan itu akan tetap dilakukan” Ujar Jeffrery

Pemantauan ini Guna menjaga stabilitas pasar, BEI menegaskan akan terus mengawal dan mengevaluasi pergerakan volatilitas seluruh saham dalam daftar tersebut secara intensif selama tiga kuartal ke depan.

*(Bagoes Aryo Bimantoro)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini