Penguatan Nilai Rupiah Terhadap Dolar Menjadi 18.057 selama Sepekan akhir

JAKARTA. DMKtv,- Di tengah volatilitas tinggi yang sempat membayangi mata uang Garuda dalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah akhirnya menunjukkan taji dengan menguat ke posisi Rp18.057,50 per dolar AS.

Angin segar bagi stabilitas moneter dalam negeri ini kian dipertegas oleh langkah lembaga pemeringkat global, S&P Global Ratings, yang memutuskan untuk tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia beserta prospek ekonominya yang stabil.

Keputusan lembaga internasional tersebut seolah menjadi jangkar keyakinan pasar, sekaligus meredam gejolak nilai tukar yang sebelumnya sempat bergerak liar akibat dinamika ketidakpastian global.

Pada laporan penayangan 13 Juli 2026, S&P menilai bahwa penurunan pada beberapa indikator fiskal dan kinerja eksternal Indonesia saat ini hanyalah fenomena temporer yang akan segera mereda.

Lembaga pemeringkat tersebut optimistis akan secara bertahap dengan konsistensi arah kebijakan pemerintah serta eksekusi regulasi yang lebih efektif di lapangan.

Kabar tersebut memberikan sinyal positif yang melahirkan proyeksi baru dengan optimisasi di pasar keuangan terhadap nilai tukar rupiah diperkirakan memiliki ruang penguatan lebar hingga mampu merangkak naik ke level Rp17.700 per dolar AS pada penghujung tahun 2026 mendatang.

Sinyal positif dari S&P ini diharapkan mampu terus menjaga kepercayaan investor asing di pasar keuangan domestik. Efektivitas kebijakan Bank Indonesia dan kedisiplinan fiskal pemerintah akan menjadi kunci utama dalam mengawal rupiah menuju target akhir tahun.

*(Bagoes Aryo Bimantoro)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini