JAKARTA. DMKtv,- Penjaga gawang Timnas Indonesia Maarten Paes mengakui dukungan suporter yang besar menyelamatkan Indonesia dari kekalahan melawan Malaysia pada pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
“Tentu saja, ketika kami bermain dengan 10 pemain, kami membutuhkan pertahanan sebagai pemain ke-11 (para suporter), dan saya pikir mereka melakukannya,” kata Maarten Paes dalam konferensi pers usai laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin.
Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam laga kedua mereka di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam laga itu, skuad Garuda harus bermain dengan 10 pemain karena Thom Haye dihukum kartu merah pada menit ke-37 oleh wasit Ko Hyung-jin asal Korea Selatan.
Kekurangan pemain tersebut membuat Indonesia harus menghadapi tekanan besar dari Malaysia selama babak kedua. Namun, skuad asuhan pelatih John Herdman tersebut tidak kebobolan hingga laga berakhir.
Paes mengatakan bahwa dalam pertandingan itu, dia bersama rekan-rekannya mendapat dukungan dari suporter tuan rumah yang sangat berarti untuk menghadapi situasi sulit di lapangan.
“Jadi, penghargaan besar untuk mereka,” katanya.
Lebih lanjut, Paes menjelaskan bahwa secara permainan, Indonesia memang banyak bertahan pada babak kedua karena hanya bermain dengan 10 pemain. Namun, ia mengaku merasa bangga karena gawang Indonesia tidak kebobolan.
“Kalau Anda melihat tendangan sudut terakhir, semua orang memblok, memblok bola, dan mendapatkan clean sheet itu sangat penting,” katanya.
Pemain yang membela Ajax Amsterdam di Liga Belanda itu menambahkan bahwa dari aspek pertahanan, Indonesia tidak kebobolan dalam lima laga dari enam pertandingan terakhir. Hal itu, kata dia, menunjukkan banyak hal tentang tim.
Selanjutnya, kata dia, skuad Garuda masih akan berjuang pada pertandingan ketiga melawan Bangladesh pada Kamis (1/10). Oleh sebab itu ia mengajak para suporter untuk kembali memberikan dukungan penuh agar Indonesia bisa memetik kemenangan dan lolos ke babak selanjutnya.
“Ayo kita lakukan,” katanya.
*(Aloysius Lewokeda/ANTARA)











