DEPOK. DMKtv,- Warga lingkungan RW 12, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, menutup rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar acara Malam Puncak pada Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran tokoh masyarakat, Babinsa, serta Lurah Pengasinan Ari Andriana Wijaya, S.Pt. ini dioptimalkan sebagai momentum untuk merefleksikan rasa syukur mendalam atas kemerdekaan yang telah susah payah direbut oleh para pahlawan bangsa.
Kemeriahan panggung hiburan rakyat menjadi daya tarik utama dalam malam penutupan tersebut.
Suasana guyub kian terasa saat warga menyuguhkan 12 pertunjukan seni kreatif yang dibawakan secara bergantian oleh anak-anak, remaja, hingga kelompok ibu-ibu setempat, membuktikan tingginya antusiasme serta kekompakan lintas generasi di lingkungan RW 12.
Di sela-sela apresiasinya terhadap panitia muda, Lurah Ari Andriana Wijaya menitipkan pesan krusial mengenai pentingnya pengawasan pergaulan remaja.
Merujuk pada insiden tawuran pelajar yang sempat pecah belum lama ini di sekitar wilayah Qutubul Amin, ia mendesak para orang tua untuk lebih peka memantau aktivitas anak di luar jam sekolah, demi mencegah korban jiwa berjatuhan sekaligus mendukung perwujudan Depok sebagai Kota Layak Anak.
Selain isu keamanan lingkungan, Ari juga meneruskan amanat Wali Kota Depok agar warga senantiasa menjaga tali silaturahmi di tengah dinamika masyarakat yang majemuk.
Ia menyadari bahwa merawat kondusivitas di wilayah RW 12 yang sangat heterogen dihuni oleh perpaduan suku Jawa, Sunda, Betawi, serta latar belakang keyakinan yang berbeda merupakan tantangan kolektif yang menuntut sinergi kuat dari para pengurus RT, RW, beserta seluruh elemen warga.
“Alhamdulillah di area 12 ini banyak kegiatan positif seperti ini,Anak-anak diberikan peran, diberikan aktivitas, diberikan tanggung jawab untuk mengelola sebuah kegiatan, Karena memang sejatinya sudah harus mereka yang melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini”. Ujar Ari Ardriana Wijaya
Perpaduan antara selebrasi kemerdekaan, ruang kreasi bagi generasi muda, dan penguatan pesan moral dari pemerintah kelurahan, acara malam puncak ini diharapkan tidak hanya berakhir sebagai panggung hiburan semata.
Harapannya, ikatan persaudaraan dan kepedulian sosial warga RW 12 Pengasinan diyakini akan semakin kokoh, guna menciptakan ekosistem lingkungan yang toleran, aman, dan harmonis.
*(Bagoes Aryo Bimantoro)










