NEW YORK. DMKtv,- Menurut surat dakwaan yang diajukan ke pengadilan federal di Manhattan menyebutkan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, didakwa oleh otoritas Amerika Serikat (AS) pada Kamis (8/10) atas dugaan konspirasi untuk melakukan penyiksaan.
“Dia (Maduro) mengizinkan penggunaan penyiksaan terhadap individu-individu tertentu dan mengawasi sistem yang dirancang untuk menggunakan penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, serta kekerasan sebagai sarana penindasan terhadap oposisi politik,” papar dakwaan tersebut.
Maduro sebelumnya telah didakwa atas konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokaina, dan pelanggaran terkait senjata. Dia menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan tersebut.
Seorang hakim AS pada Juli lalu memutuskan bahwa Maduro dan Flores akan mulai diadili pada 1 Juni 2027.
Tim pengacara Maduro telah mengajukan permohonan agar kasus tersebut dibatalkan, berargumen bahwa saat penangkapan dia masih menjabat sebagai presiden Venezuela dan oleh karena itu berhak atas kekebalan hukum dari yurisdiksi pidana asing.
Pada 3 Januari, pasukan AS melancarkan operasi militer di Venezuela dan menangkap Maduro beserta istrinya secara paksa sebelum membawa mereka ke New York. Pasangan tersebut telah ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn sejak penangkapan mereka di Caracas.
*(Xinhua/ANTARA)











