JAKARTA. DMKtv,- Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar pelatihan yang dilakukan terhadap peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) difokuskan pada pendidikan manajerial saja.
Dia menyampaikan hal itu saat merespons adanya evaluasi terhadap latihan dasar militer (latsarmil) untuk program tersebut. Menurut dia, evaluasi yang dilakukan harus secara menyeluruh usai adanya sejumlah peserta yang meninggal.
“Sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan yang sesuai diharapkan,” kata Puan saat konferensi pers usai rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.
Terkait adanya sejumlah peserta SPPI KDKMP dan KNMP yang meninggal, dia pun menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Jangan sampai, kata dia, peristiwa yang merenggut nyawa itu terulang kembali.
Menurut dia, DPR RI pun akan mengawal evaluasi-evaluasi yang dilakukan atas proses pelatihan untuk program tersebut dan menindaklanjutinya.
“Bahwa sudah dilakukan evaluasi, ya kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menghentikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) kepada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
“Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (29/6)
Perubahan itu dilakukan setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi sistem pembelajaran, setelah kejadian lima peserta latsarmil meninggal dunia. Dengan adanya evaluasi ini, Rico memastikan kegiatan fisik dan pelatihan yang berkaitan dengan latihan kemiliteran akan dikurangi.
*(Bagus Ahmad Rizaldi/ANTARA)











