Ketua DPD: Setiap Presiden RI adalah Negarawan

JAKARTA. DMKtv,- Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mengatakan bahwa setiap Presiden Republik Indonesia adalah seorang negarawan dengan capaian nyata pada masa jabatannya.

“Izinkan kami menundukkan hormat kepada pada pemimpin bangsa terdahulu. Setiap presiden republik ini adalah negarawan,” kata Najamudin saat menyampaikan pidato pengantar dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.

Ia menyebut, Presiden pertama RI Soekarno adalah Bapak Proklamator; Presiden Ke-2 RI Soeharto adalah Bapak Pembangunan; Presiden Ke-3 RI B.J. Habibie adalah Bapak Teknologi.

Dia melanjutkan, Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid sebagai Bapak Pluralisme; Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri sebagai Srikandi Konstitusi; Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Bapak Perdamaian, dan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo sebagai Bapak Infrastruktur.

“Setiap pemimpin telah menasbihkan peran sejarahnya. Satu benang merah selalu hadir, daerah yang semakin kuat, Indonesia yang semakin berdaulat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Najamudin mengapresiasi kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai kompak dan saling melengkapi dalam menegakkan martabat bangsa.

“Apresiasi atas berbagai program yang berorientasi pada kemandirian ekonomi nasiona, di tengah ketidakpastian dinamika geopolitik dunia,” ucapnya.

Pada Jumat ini, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang salah satunya beragendakan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain pidato, pemerintah juga akan menayangkan video capaian kinerja pemerintah.

Sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang memiliki tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

*(Laily Rahmawaty/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini