Kennedy Center Tutup Sepekan di tengah Sengketa Hukum Perubahan Nama

WASHINGTON. DMKtv,- Pusat kebudayaan Amerika Serikat John F. Kennedy Center di Washington D.C. akan menutup gedung tersebut selama sepekan dan telah memberitahukan ke pengadilan di tengah sengketa hukum atas perubahan nama oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

“Selama penutupan sementara yang akan berlangsung selama tujuh hari, kecuali diperpanjang, saya akan melakukan penilaian terhadap risiko keselamatan di bagian utama gedung yang ada kerusakan struktural parah,” kata Charles Matthew Floca, direktur eksekutif pusat kebudayaan tersebut, dalam dokumen pengadilan yang dikutip RIA Novosti.

Floca menambahkan dia memutuskan untuk menutup tempat tersebut karena ada risiko “akut” yang bisa berdampak bagi keselamatan publik.

Sebelumnya, Selasa (15/9), Trump mengatakan pimpinan pusat kebudayaan itu telah memutuskan untuk menutup gedung tersebut guna melakukan pekerjaan perbaikan yang diperlukan demi memastikan unsur keselamatan.

Trump ingin fasad gedung seni pertunjukan, yang dibangun sebagai monumen peringatan bagi Presiden ke-35 AS John F. Kennedy itu, terpasang namanya.

Renovasi dapat dibatalkan, kata Trump, jika pengadilan memutuskan namanya tidak boleh ditambahkan pada fasad gedung pusat kebudayaan tersebut.

Pada Mei lalu, pengadilan di Washington melarang Trump mengganti nama Kennedy Center menjadi namanya tanpa persetujuan kongres. Pengadilan juga mewajibkan penghapusan nama Donald Trump, yang telah terpasang di dari fasad gedung sejak Desember 2025.

Pemerintahan Trump pun menentang keputusan tersebut. Pengadilan juga melarang pemerintahan Trump mengalokasikan dana federal sebesar 257 juta dolar AS (sekitar Rp4,5 triliun) untuk renovasi pusat selama dua tahun.

John F. Kennedy Center dibuka pada tahun 1971 dan telah menjadi tuan rumah berbagai konser, pertunjukan, dan program lainnya. Banyak selebriti, termasuk Mstislav Rostropovich, Robert De Niro, dan Aretha Franklin, pernah tampil di situ.

Namun, banyak seniman memutuskan membatalkan penampilan mereka baru-baru ini setelah Trump menunjuk pimpinan baru untuk pusat kebudayaan AS tersebut.

*(Sputnik/RIA Novosti-OANA/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini