JAKARTA. DMKtv,- Kementerian Pertahanan (Kemhan) memamerkan pasukan yang memiliki keahlian khusus di bidang pengendalian Drone Kamikaze saat defile ASN Komponen Cadangan (Komcad) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.
Pantauan di lokasi pameran tersebut, barisan pasukan pengendali drone itu tampil paling akhir, setelah pasukan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta mengatakan pasukan tersebut bukan berasal dari satuan khusus.
“Yang ditampilkan dalam defile tersebut bukan satuan baru, melainkan personel organik TNI dari matra darat, laut, dan udara yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan sistem drone, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Rico.
Rico menjelaskan mereka memiliki kemampuan mengoperasikan hingga mengembangkan Drone Kamikaze untuk kepentingan misi pertahanan.
Tidak hanya mengoperasikan dan mengembangkan drone itu, kata dia, para pasukan tersebut juga bertugas sebagai instruktur untuk melatih personel lain di bidang pengoperasian Drone Kamikaze.
Rico mengatakan para personel Drone Kamikaze itu saat ini telah tersebar di seluruh matra dan satuan TNI, sehingga diharapkan seluruh satuan memiliki kekuatan yang sama di bidang pengendalian drone.
“Kemampuan drone menjadi salah satu fokus pengembangan TNI seiring perkembangan karakter peperangan modern yang semakin mengandalkan teknologi tanpa awak,” jelas Rico.
Walau pasukan pengendali drone ini tampil bersamaan dengan komcad yang notabene berada di bawah Kemnan, Rico menegaskan pasukan drone itu tidak berada di bawah Kementerian Pertahanan.
“Tidak terdapat satu satuan Drone Kamikaze khusus di bawah Kemhan,” tegas dia.
“Pengembangan kemampuan drone tempur ke depan masih terus dikaji dan disiapkan oleh TNI sesuai kebutuhan pertahanan negara,” tutur Rico.
Drone Kamikaze merupakan pesawat nirawak berbahan peledak yang dirancang untuk sekali pakai. Pada praktiknya, drone ini dikendalikan oleh awak dari jarak tertentu untuk berpatroli, mencari target, lalu menabrak diri target untuk menciptakan sebuah ledakan.
*(Walda Marison/ANTARA)











