JAKARTA. DMKtv,- Kementerian Pariwisata mengajak masyarakat untuk mengeksplorasi destinasi wisata yang berada di sekitar tempat tinggal melalui kampanye “Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja” pada periode libur sekolah 2026.
Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan kampanye tersebut didasarkan pada tren perjalanan wisatawan nusantara yang cenderung memilih destinasi berjarak dekat karena lebih mudah dijangkau dan membutuhkan biaya yang lebih rendah.
“Orang Indonesia itu dari mana ke mana sih kalau liburan? Kelihatan sekali memang perjalanan itu terjadi di dalam provinsi saja,” kata Nia dalam konferensi pers kampanye “Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja” di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kecenderungan wisatawan memilih destinasi yang dekat dengan tempat tinggal juga sejalan dengan tren global yang menunjukkan masyarakat lebih banyak melakukan perjalanan di wilayah sekitarnya.
Data Kementerian Pariwisata menunjukkan perjalanan antar kabupaten atau kota dalam satu provinsi menjadi kontributor terbesar perjalanan wisatawan nusantara. Pada 2025, perjalanan intra provinsi menyumbang 67,7 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara.
“Ini menunjukkan bahwa memang masyarakat cenderung melakukan perjalanan yang dekat-dekat saja. Ini karena persoalan biaya juga pertimbangannya, aksesnya lebih mudah, dan banyak atraksi baru di daerah sekitar kita,” ujarnya.
Nia menuturkan konsep “Liburan Cara Baru” mendorong masyarakat untuk mengubah persepsi bahwa berwisata harus dilakukan ke tempat yang jauh dan membutuhkan biaya besar.
Menurut dia, wisatawan dapat memperoleh pengalaman baru dengan mengunjungi destinasi yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya, termasuk desa wisata yang menawarkan aktivitas dan budaya berbeda dari keseharian masyarakat perkotaan.
“Persepsi kalau berwisata itu mahal, lama, jauh, dan ternyata cara baru sudah tidak begitu lagi. Kita bisa jalan di sekitar kita yang belum kita eksplor, yang belum kita rasakan pengalamannya,” katanya.
Selain memanfaatkan destinasi terdekat, Kementerian Pariwisata juga mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui platform MaiA untuk membantu merencanakan perjalanan wisata sesuai kebutuhan dan anggaran.
Pada periode libur sekolah tahun ini, Kementerian Pariwisata bersama pelaku industri juga menyediakan 95 paket wisata yang melibatkan 40 pelaku industri dengan pilihan atraksi alam, budaya, petualangan, dan bahari yang menyasar segmen keluarga serta pelajar.
Kementerian Pariwisata mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari hingga April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan atau meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nia berharap kampanye “Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja” dapat mendorong pergerakan wisatawan domestik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata, UMKM, kuliner, dan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
*(Farika Nur Khotimah/ANTARA)











