JAKARTA.DMKtv,– Imbas tumbler Tuku hilang, karangan bunga dari pengguna KRL banjiri kantor pusat KAI hingga stasiun.
Karangan bunga ini bukanlah hadiah perayaan, melainkan sebuah protes dan dukungan dari pengguna Commuter Line untuk Argi yang dipecat buntut kasus tumbler minuman seorang penumpang bernama Anita yang hilang di stasiun.
Salah satu karangan bunga yang curi perhatian netizen, terlihat dalam foto yang diunggah oleh akun @mightymutia di Threads.
“Papan bunga untuk Argi yang dipecat gara2 tumbler hilang sudah jadi. Lokasi pemasangan:
1. Stasiun Rawa Buntu
2. Kantor Pusat @commuterline di Stasiun Juanda.” tulis akun tersebut.
Dalam karangan bunga tersebut bertuliskan pesan dukungan yang tegas dan jelas.
“KEMBALIKAN PEKERJAAN ARGI”
Di bawahnya juga tertera:
“JANGAN PECAT ARGI. ARGI SUDAH & BERTANGGUNG JAWAB. BUKA CCTV UNTUK BERSIHKAN NAMA BAIK ARGI”
Pengirimnya menamai diri sebagai, “PENGGUNA KRL COMMUTER LINE“.
Diketahui, karangan bunga tersebut berdiri tegak di Stasiun Rawa Buntu, juga ada di Juanda yang merupakan halaman kantor pusat Commuter Line.
Bahkan, karangan bunga ini juga akan dipasang di Stasiun Rangkas Bitung.
Kronologi Petugas KRL Dipecat
Sebagai informasi, Argi yang merupakan petugas KRL yang dipecat akibat kelalaian penumpang bernama Anita.
Awal kasus ini terjadi bermula dari unggahan Anita di Threads yang viral ditujukan untuk PT KAI.
Wanita tersebut menceritakan bahwa coolerbag yang berisikan tumbler minumannya tertinggal di bagasi KRL.
Ia juga menjelaskan jika barang yang tertinggal tersebut hanya bisa diambil di Stasiun Rangkas Bitung.
Kemudian, ia juga menerima foto coolerbag yang tertinggal beserta isinya lengkap dari petugas walka.
Pemilik tumbler ini pun baru mengambil coolerbag tersebut sehari setelahnya di Stasiun Rangkas Bitung.
Sayangnya, saat barang diterima, hanya tumbler minuman yang tidak ada di dalam coolerbag tersebut.
Petugas Pasenger Services juga tidak mengetahui di mana tumbler minumannya berada.
Melalui akun Thread-nya, petugas Pasenger Services bernama Argi membagikan kronologi kejadian hingga dirinya dipecat.
Sebelumnya, ia telah berkomunikasi untuk meluruskan kejadian terkait hilangnya tumbler minuman di bagasi KRL.
Argi mengaku bahwa dirinya pada malam itu sedang berdinas dan menerima barang temuan di stasiun, namun ia tidak periksa kembali karena posisi lagi ramai.
Namun, pemilik tumbler dengan tegas menginginkan lampiran rekaman CCTV untuk mengetahui di mana tumbler tersebut hilang, sebab saat difotokan masih ada di dalam coolerbag.
Argi menyebutkan jika ingin pengecekan melalui CCTV harus membutuhkan surat kehilangan dari kepolisian dan izin dari pusat CCTV stasiun.
Sudah dicari oleh Argi tapi hasilnya nihil, akhirnya pemilik pun menginginkan proses kehilangan ini disesuaikan dengan SOP PT KAI.
Tak lama, Argi menyampaikan bahwa pekerjaannya sudah diujung tanduk karena pemilik tumbler memposting kejadian tersebut di salah satu media sosial.
Banyak netizen bersimpati pada Argi dan menilai jika Anita dan suami telah membuat petugas kehilangan mata pencaharian hanya karena tumbler seharga Rp300 ribu.
*(Rury Pramesti/DISWAY.ID)











