Digitalisasi Pembelajaran Diperkuat di Wilayah 3T pada 2026

JAKARTA. DMKtv,- Pemerintah akan memperkuat digitalisasi pembelajaran di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pada 2026, setelah program tersebut menjangkau 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada 2025.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan dukungan infrastruktur listrik dan internet agar manfaat digitalisasi pembelajaran semakin merata.

“Program ini telah menjangkau ratusan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” kata Qodari dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kantor Bakom RI, Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pada 2025 sebanyak 288.865 satuan pendidikan menerima Papan Interaktif Digital (PID) beserta perangkat pendukung, seperti laptop dan hard disk eksternal.

Selain itu, 8.265 satuan pendidikan memperoleh akses internet, 2.389 satuan pendidikan mendapat dukungan listrik, serta 33.156 guru dan tenaga kependidikan mengikuti pelatihan pemanfaatan pembelajaran digital.

Di wilayah 3T, program tersebut telah menjangkau 13.838 sekolah berbagai jenjang.
Pemerintah juga menyalurkan dukungan listrik untuk 49 sekolah, layanan internet bagi 4.316 sekolah, serta 30.285 unit laptop dan hard disk untuk mendukung proses pembelajaran.

Menurut Qodari, pada 2026 pemerintah akan melanjutkan pengadaan PID, memperkuat pendampingan sekolah, dan mengembangkan konten pembelajaran digital agar perangkat yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ia mengatakan pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan pasokan listrik, konektivitas internet, akses geografis, dan kesiapan sumber daya manusia, terutama di wilayah 3T.

“Oleh karena itu, arah digitalisasi pembelajaran pada 2026 tidak hanya berfokus pada penambahan perangkat, tetapi juga memperkuat infrastruktur listrik dan internet,” katanya.

*(Prisca Triferna Violleta/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini