JAKARTA. DMKtv,- Kasus dugaan pencatutan nama dalam publikasi ilmiah riset palsu yang dilakukan Prihantini dan Rifaldy Fajar terus menjadi sorotan publik.
Sejumlah pihak mengaku namanya dicantumkan sebagai penulis dalam berbagai artikel riset internasional tanpa pernah memberikan persetujuan atkaupun terlibat dalam proses penelitian yang dimaksud.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah laporan, korban pencatutan nama berasal dari berbagai latar belakang.
Tidak hanya dosen dan akademisi, beberapa di antaranya merupakan anggota keluarga hingga rekan kampus yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan topik penelitian yang dipublikasikan.
Beberapa korban pencatutan nama dalam riset palsu mengeluarkan pernyataan sikap sekaligus mengklarifikasi atas tudingan yang beredar.
Mereka dengan tegas membantah keterlibatan proses maupun publikasi riset penelitian bersama Prihantini dan Rifaldy Fajar.
Adapun pencatutan nama mereka disebut dilakukan tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan.
Hal ini dinilai berpotensi merugikan reputasi serta kredibilitas mereka, sejumlah korban juga menekan agar nama mereka segera dihapus dari publikasi yang tersebut.
8 Korban Pencatutan Nama Riset Palsu Prihantini dan Rifaldy FajarÂ
Melansir dari banyak sumber, berikut 8 korban pencatutan nama riset palsu yang dilakukan Prihantini dan Rifaldy Fajar.
1. Intan Lisnawati
Intan Lisnawati korban pencatutan nama dalam karya ilmiah berjudul Implementation of Coping Religious in Overcoming Disorders of Physical- Psychological-Social-Spiritual in Chronic Kidney Failure Patients in the Hemodialysis Process (Based on Islamic Perspective).
Judul tersebut dikirimkan untuk mengikuti konferensi ilmiah internasional di Korea Selatan yang digelar oleh Korean Society of Nephrology pada 2020.
Intan mengetahui namanya dicatut dalam karya tersebut setelah 6 tahun kemudian, ia juga menyatakan tidak pernah terlibat dalam penyusunan artikel yang dipublikasi.
Intan sendiri diketahui merupakan teman satu angkatan dengan Rifaldy Fajar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan program studi Matematika.
2. Nana Indri K
Korban berikutnya adalah Nana Indri K, ia merupakan teman Intan Lisnawati yang sama-sama namanya dicatut dalam publikasi ilmiah.
Lewat akun Threadnya, Nana ungkap bahwa Rifaldy menggunakan Rifaldy menggunakan beragam versi nama dirinya untuk sejumlah artikel.
“Nama saya dicatut tanpa seizin saya, bahkan ada beberapa, tidak hanya satu. Menggunakan Nama lengkap saya Nana Indri Kurniastuti , Nana Indri , Nana Kurnia, dan mungkin ada lagi,” tulis keterangannya dikutip akun Thread @nanaindri_k.
Semasa kuliah, Nana sempat mengikuti penelitian bersama Rifaldy dan Intan. Bahkan dirinya sempat meraih medali emas pada ajang Innovation and Invention Competition (IIIC) 2017 di Taiwan.
Nama Nana diketahui tercantum dalam artikel ilmiah berjudul AI-Driven Multi-Omics Integration Identifies Genetic and Epigenetic Adaptations in Endangered Raptors Facing Urbanization and Climate Change bersama Rifaldy Fajar dan Rini Winarti.
Ia mengaku terkejut mengetahui hal tersebut karena tidak pernah merasa terlibat dalam penelitian maupun publikasi yang dimaksud.
Namun, sejak lulus dan menikah Nana tidak lagi terlibat dalam penelitian ilmiah dan beralih ke dunia kuliner.
3. Elfiany Syafruddin
Korban berikutnya adalah orang terdekat Rifaldy Fajar yakni Elfiany Syafruddin, ibu kandungnya.
Nama Elfiany Syafruddin dicatut dalam afiliasi fiktif Computational Science Reasearch Laboratory, BLK Muhammadiyah University Indonesia (UMB).
Berdasarkan laporan resmi UMB, Elfiany menegaskan tidak mengetahui dan terlibat langsung dalam pencatutan nama pada afiliasi.
Ia mengungkap seluruh tindakan pemalsuan itu murni dilakukan anaknya, Rifaldy Fajar tanpa sepengetahuannya.
“Saya tidak mengetahui apapapu, yang saya tahu anak saya penelitian. Nama saya dicantumkan, saya baru tahu setelah kejadian ini.” ujar Elfiany dalam keterangannya.
Adapun rentang waktu pemalsuan identitas akademik tersebut telah dilakukan Rifaldy dari 2021 hingga 2026.
4. Aminatus SaadahÂ
Aminatus Saadah diketahui merupakan korban pencatutan nama publikasi dalam karya ilmiah yang menyeret institusi ITS sebagai afiliasi.
Lewat akun Instagram pribadinya, Aminatus Saadah melampirkan total sekitar 15 karya ilmiah yang mencatut namanya.
Karya ilmiah tersebut di antaranya Which Should Come First: Oxygen Expansion or Pneumococcal Vaccination for Frail, Comorbid Older Adults in LMIC Cities?, Household ‘Super-Caregivers’ as Silent Connectors Pneumococcal Carriage Between Young Children and Frail Grandparents in Multigenerational Family Compounds in Low-income Urban Neighbourhoods, hingga Refugee and Displaced Elders Facing Winter Viral Pneumococcal Syndemics: Camp Co-infection Screening, Vaccination Gaps, and Surge Preparedness in Humanitarian Settings Across the Middle East and Africa.
5. Mariani Dosen UNM
Pihak lain yang dirugikan atas riset palsu yang dilakukan Prihantini adalah dosen Matematika UNM, Mariani S.Si.M.Si.
Nama Mariani dicatut oleh Prihantini untuk salah satu karya ilmiahnya, hal itu dilakukan tanpa izin dan sepengetahuannya.
Pengakuan tersebut tertuang dalam surat pernyataan yang diunggah Mariani melalui akun Instagram pribadinya, @mariani_dppst.
Dalam unggahan itu, Mariani membagikan surat pernyataan yang ditandatangani atas nama Prihantini.
Dalam dokumen tersebut, Prihantini mengakui telah mencantumkan nama Mariani tanpa terlebih dahulu memberikan pemberitahuan atau meminta persetujuan.
Tak hanya mengakui perbuatannya, Prihantini juga menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas pencatutan nama tersebut.
Melalui surat yang ditandatangani pada 29 Mei, ia menegaskan siap menanggung konsekuensi secara administratif maupun hukum apabila tindakan tersebut menimbulkan kerugian bagi Mariani.
6. Ayuni Kemala Safira
Ayuni Kemala Safira menjadi salah satu korban Prihantini yang namanya dicatut 19 kali dalam riset palsu tanpa sepengetahuannya.
Mengetahui hal itu, Ayuni menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam karya ilmiah Prihantini baik dalam proses pengerjaan riset maupun publikasi.
“Nama saya dikaitkan dengan berbagai karya tersebut, padahal saya tidak pemah terlibat dalam proses pengerjaan riset, pengiriman, publikasi, maupun presentasi” jelas Ayuni dalam klarifikasinya.
Ayuni juga menemukan beberapa kejanggalan yaitu afiliasi yang dicantumkan dalam karya tidak sesuai dengan afiliasinya.
“Selain itu, saya juga menemukan bahwa afiliasi yang dicantumkan pada karya tersebut tidak sesuai dengan afiliasi saya yang sebenamya. Ketidaksesuaian penulisan afiliasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saudari Prihantini dan tim”. jelasnya.
Ayuni menambahkan jika masih ditemukan penggunaan namanya dalam karya ilmiah tanpa izin dan tidak sah, maka ia akan menempuh proses hukum sesuai dengan ketentuan.
7. Rani Sulvianuri
Rani Sulvianuri dicatut dalam publikasi karya ilmiah Prihantini tanpa izin dan sepengetahuannya.
Melalui klarifikasinya, Prihantini diketahui menggunakan nama Rani Sulvianuri untuk keperluan submission abstrak dengan penyelenggara konferensi.
Ia juga mengaku bahwa hal tersebut dilakukan tanpa persetujuan dan tanpa sepengetahuan Rani Sulvianuri.
8. Mirza Aulia Rahmawati
Korban berikutnya diketahui merupakan teman Rifaldy Fajar, Mirza Aulia R.
Nama Mirza Aulia R diketahui dicatut dalam publikasi karya Rifaldy tanpa izin darinya.
Hal itu diungkap lewat pesan pribadi, Mirza menanyakan perihal namanya yang dicatut oleh Rifaldy.
Menjawab hal itu, Rifaldy langsung menyampaikan permohonan maaf kepada Mirza dan mengatakan bahwa abstra tersebut dibuat oleh Prihantini.
“Iya Mir aku minta maaf sebelumnya Mir. Itu kesalahanku. Disini aku klarifikasi dlu yah. Kalau nama Mirza Aulia Rahmawati sudaj tercatut tanpa concern. Itu yg buat abstraknya Prihantini. Medsos ku hilang semua. Tapi nanti coba ku klarifikasi lebih lanjut lagi semuanya Mir. Ku mohon maaf banget sebelumnya” tulis tangkapan layar pesan Rifaldy.
*(Syifa Lulu/DISWAY.ID)










