BEIJING. DMKtv,- Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat melanjutkan dan memperpanjang “Perjanjian Bertetangga Baik dan Kerja Sama Bersahabat China-Rusia” yang telah berjalan selama 25 tahun.
Dalam pertemuan di Beijing, Rabu, Xi mengatakan tahun ini menandai 30 tahun pembentukan kemitraan strategis China-Rusia sekaligus 25 tahun penandatanganan perjanjian tersebut.
“Tahun ini menandai 30 tahun pembentukan kemitraan strategis China-Rusia dan 25 tahun penandatanganan ‘Perjanjian bertetangga baik dan kerja sama bersahabat China-Rusia’. Penandatanganan perjanjian tersebut oleh China dan Rusia telah menetapkan landasan kelembagaan bagi hubungan bertetangga yang baik dan persahabatan jangka panjang,” kata Xi Jinping dalam laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA di Beijing, Rabu.
Putin tiba di Beijing pada Selasa (19/5) malam untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari. Kunjungan tersebut menjadi lawatan ke-25 Putin ke China.
Xi menilai hubungan kedua negara berkembang secara bertahap melalui penguatan kepercayaan politik, koordinasi strategis, dan perluasan kerja sama di berbagai bidang.
“Hubungan China-Rusia dapat mencapai tingkat seperti saat ini secara bertahap karena kedua negara terus memperdalam rasa saling percaya politik dan koordinasi strategis dengan keteguhan ‘tetap kuat meski diguncang ribuan pukulan dan tempaan’, memperluas kerja sama di berbagai bidang dengan semangat ‘naik ke tingkat yang lebih tinggi’; serta mendorong pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia,” tambah Xi Jinping.
Menurut Xi, di tengah situasi internasional saat ini, China dan Rusia sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan negara besar dunia perlu memperkuat koordinasi strategis untuk mendukung pembangunan masing-masing negara sekaligus mendorong tata kelola global yang lebih adil.
Ia juga menegaskan hubungan kedua negara dibangun atas dasar kesetaraan, saling menghormati, saling percaya, menepati komitmen, dan kerja sama yang saling menguntungkan.
“Rasa saling percaya politik terus diperdalam, kerja sama ekonomi dan perdagangan, investasi, energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pertukaran antarmasyarakat, pun semakin kokoh,” kata Xi.
Xi menyebut nilai perdagangan bilateral China dan Rusia telah melampaui 200 miliar dolar AS selama tiga tahun berturut-turut. Dalam empat bulan pertama 2025, nilai perdagangan kedua negara juga meningkat hampir 20 persen.
“Berbagai kementerian dari kedua negara harus berupaya penuh melaksanakan dengan baik konsensus penting yang telah dicapai oleh saya dan Presiden Putin, sepenuhnya menangkap tren sejarah, serta mendorong agar fondasi rasa saling percaya kedua negara semakin kokoh, kualitas kerja sama semakin kuat, dan persahabatan semakin luas,” ujarnya.
Xi menambahkan kedua negara akan terus memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, investasi, energi, transportasi, serta inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, China dan Rusia juga akan memperluas pertukaran antarmasyarakat di sektor pendidikan, kebudayaan, perfilman, pariwisata, dan olahraga guna memperkuat fondasi sosial hubungan kedua negara.
Kedua negara juga akan meningkatkan koordinasi di berbagai forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, Shanghai Cooperation Organization, BRICS, dan Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC untuk memperkuat peran negara-negara Global South serta mendorong reformasi tata kelola global.
Sedangkan Presiden Putin menyatakan bahwa berkat upaya bersama kedua negara, hubungan Rusia-China telah mencapai hubungan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Komunikasi dan koordinasi di level pejabat tinggi berlangsung erat dan rasa saling percaya politik makin kokoh, perdagangan bilateral tumbuh stabil, rantai pasok dan permintaan energi mencapai saling menguntungkan, sementara kerja sama di bidang transportasi, logistik, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bidang lainnya semakin mendalam,” kata Putin.
Pertukaran antarmasyarakat, ungkap Putin, juga menunjukkan momentum yang baik.
“Setelah sukses menyelenggarakan ‘Tahun Kebudayaan Rusia-China’, maka ‘Tahun Pendidikan Rusia-China’ akan segera dimulai. Hubungan Rusia-China telah melewati berbagai ujian, semakin kuat seiring perjalanan waktu, dan telah menjadi contoh koordinasi strategis menyeluruh,” tambah Putin.
“Perjanjian bertetangga baik dan kerja sama bersahabat China‑Rusia”, menurut Putin, telah meletakkan dasar hukum yang kokoh bagi hubungan kedua negara dan memiliki makna praktis yang semakin penting dalam situasi saat ini.
“Kerja sama Rusia-China merupakan faktor stabilitas penting di tengah situasi internasional yang bergejolak. Rusia akan terus memperkuat koordinasi multilateral dengan China, mendukung China dalam menyelenggarakan Pertemuan Informal Para Pemimpin APEC, bersama-sama memperkuat posisi dan pengaruh SCO, meningkatkan kerja sama dalam mekanisme BRICS, menjaga wibawa PBB, serta mendorong tatanan internasional menjadi lebih adil dan rasional,” ungkap Putin.
Kedua kepala negara juga bertukar pandangan mengenai situasi Timur Tengah serta isu-isu internasional dan kawasan lainnya.
Selain itu keduanya mendengarkan laporan dari para ketua komite kerja sama tingkat wakil perdana menteri dalam kerangka mekanisme pertemuan berkala perdana menteri China-Rusia mengenai kemajuan kerja sama di bidang investasi, energi, ekonomi dan perdagangan, Timur Laut China–Timur Jauh Rusia, pertukaran antarmasyarakat, dan bidang lainnya.
Kemudian kedua menteri luar negeri melaporkan situasi koordinasi dan kerja sama China-Rusia dalam urusan internasional dan kawasan.
Setelah pembicaraan, kedua kepala negara menandatangani dan menerbitkan “Pernyataan Bersama Republik Rakyat China dan Federasi Rusia tentang Keberlanjutan Perjanjian Bertetangga Baik dan Kerja Sama Bersahabat China‑Rusia” serta menyaksikan penandatanganan 20 dokumen kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lainnya.
Dari China, turut hadir Sekretaris Sekretariat Komite Tetap Partai Komunis China (PKC) Cai Qi, Wakil Perdana Menteri (PM) Ding Xuexiang, Menteri Luar Negeri Wang Yi, Wakil PM He Lifeng, Wakil PM Zhang Guoqing, Anggota Dewan Negara Shen Yiqin, dan pejabat lainnya turut hadir.
Sebelum pembicaraan bilateral, Presiden Xi Jinping juga menggelar upacara penyambutan bagi Presiden Putin di halaman Gerbang Timur Balai Agung Rakyat.
Saat Putin tiba, pasukan kehormatan berbaris memberi penghormatan. Kedua kepala negara kemudian naik ke podium inspeksi dan korps musik militer memainkan lagu kebangsaan China dan Rusia, sementara di Lapangan Tiananmen ditembakkan 21 dentuman meriam penghormatan.
Didampingi Xi Jinping, Putin memeriksa pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China dan menyaksikan parade barisan.
*(Desca Lidya Natalia/ANTARA)











