JAKARTA. DMKtv,- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menguatkan integritas sumber daya manusia (SDM) melalui Pembinaan Mental Nasional (Bintalnas) guna melayani publik.
Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Rabu, menekankan pentingnya integritas, mengingat BPOM terlibat dalam kegiatan pre-market hingga post-market, melakukan berbagai hal mulai dari pendampingan, pengawasan, hingga penindakan.
Ia mengatakan BPOM berhubungan dengan banyak pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, industri, hingga masyarakat luas.
“Sebagai pintu gerbang, sebagai pengayom terdepan dalam hal obat dan makanan, maka tentu kita sebagai penjamin keamanan, menjamin kualitas, dan menjamin hasil dari semua produk yang sampai ke masyarakat tadi, maka tentu harus dimulai lewat apa yang disebut dengan integritas, kualitas, semangat, dan motivasi dari seluruh pegawai kami,” katanya.
Pada 2025, pegawai yang diterima dan diangkat menjadi PNS 783 orang, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sekitar 400 orang, sehingga total 1.294 pegawai baru.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi menyambut baik inisiatif BPOM sebagai upaya mencegah korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan tersebut.
“Dari kami saat ini sudah mengimplementasikan SMART dan SIKENCUR, Sistem Manajemen Anti Penyuapan, dan Alhamdulillah sudah dapat ISO 37001. Dan kita juga mengimplementasikan Sistem Kendali Kecurangan,” katanya.
Pihaknya berbagi dengan para pegawai BPOM tentang implementasi sistem anti-kecurangan tersebut.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief mengatakan semangat pelayanan publik yang profesional dan berintegritas menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan korupsi.
Menurut dia, pemberantasan korupsi tidak cukup dengan menghukum dan menindak saja.
Akan tetapi, katanya, ada dua pendekatan penting lainnya, yakni perbaikan tata kelola, reformasi birokrasi, dan semua sistem yang dibangun.
“Tapi kuncinya pendekatan pertama adalah penguatan individu yang berintegritas. Hari ini adalah start penting bahwa sistem bagaimana pun, penegakan disiplin bagaimana pun, penindakan seperti apa pun, tidak akan bisa berjalan kalau kuncinya manusianya, individu pegawainya tidak dijaga,” katanya.
Oleh karena itu, dia mengapresiasi forum tersebut, karena penting dalam penguatan perbaikan, reformasi birokrasi, dan kualitas pelayanan publik.
*(Mecca Yumna Ning Prisie/ANTARA)











