JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan lahan tebu yang sudah ada seluas 2 juta hektare untuk diolah menjadi ethanol untuk program campuran BBM 20 persen ethanol (E20) dalam waktu dua tahun ke depan.
Dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu sore, Prabowo juga memerintahkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan industri untuk program E20 tersebut.
“Ratas dipimpin Bapak Presiden langsung. Kita membahas agar 2 tahun mendatang, kita sudah bisa produksi paling kurang E20. Oleh karena itu, tadi mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya. Danantara nanti industrinya ya mengonversi ethanol,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan isi rapat saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu malam.
Zulhas—sapaan akrab Zulkifli Hasan—melanjutkan tebu pada akhirnya dipilih sebagai sumber ethanol, karena jumlah lahannya yang paling memungkinkan apabila dibandingkan dengan lahan perkebunan jagung dan singkong. Terlebih, untuk program E20, pemerintah memutuskan untuk memakai lahan perkebunan yang telah ada.
“Setelah kita kaji dan seterusnya, dimungkinkan ya. Dalam 2 tahun mendatang kita sudah bisa,crude oil kita sudah bisa dicampur dengan E20 itu dalam 2 tahun. Memang yang menjadi titik bottleneck​​​​​​​ adalah lahan. Tetapi, setelah dibahas tadi, ada dari Kalimantan, ada dari Sumatra, ada dari Jawa, dan ada dari Papua, kita bisa dapatkan 2 juta (hektare, red.). Kalau kita dapatkan 2 juta ya Insyaallah nanti yang E20 ini bisa kita penuhi dalam 2 tahun,” ujar Zulhas.
Dalam kesempatan yang sama, Zulhas juga memastikan tebu yang digunakan untuk program E20 seluruhnya berasal dari dalam negeri. Lebih dari itu, Zulhas menyatakan pemerintah juga menargetkan E50 dalam jangka panjang.
“Jangka panjang akan menuju E50,” ujar Zulhas.
Dalam rapat terbatas di Istana sore hari ini, beberapa menteri dan pejabat yang mengikuti rapat tersebut, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, CTO Danantara Sigit Puji Santosa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
*(Genta Tenri Mawangi/ANTARA)











