Aturan Oscar ke-99, Buka Peluang Nominasi Ganda dan Perketat Penggunaan AI

Hollywood. DMKtv – Akademi Seni dan Sains Film (Academy of Motion Picture Arts and Sciences) resmi mengesahkan serangkaian aturan baru untuk penyelenggaraan Oscar ke-99 yang akan berlangsung pada 2027. Perubahan tersebut tidak hanya menyentuh aspek teknis pemungutan suara, tetapi juga membawa dampak besar terhadap kategori akting, penggunaan kecerdasan buatan (AI), hingga sistem seleksi Film Fitur Internasional.

Langkah ini menandai upaya Akademi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan industri perfilman global yang semakin kompleks, sekaligus mempertahankan prinsip dasar penghargaan yang menempatkan kreativitas manusia sebagai pusat karya sinematik.

Nominasi Ganda Kini Dimungkinkan di Kategori Akting

Salah satu perubahan paling signifikan terjadi pada kategori akting. Untuk pertama kalinya, seorang aktor atau aktris dapat memperoleh lebih dari satu nominasi dalam kategori yang sama apabila dua penampilannya berhasil masuk lima besar perolehan suara.

Selama puluhan tahun, aturan Oscar hanya mengizinkan satu nominasi per kategori untuk setiap individu. Jika seorang aktor memperoleh cukup suara untuk dua penampilan sekaligus, hanya penampilan dengan suara tertinggi yang akan masuk daftar nominasi, sementara yang lainnya otomatis gugur.

Aturan baru ini mengubah mekanisme tersebut dan membuka peluang munculnya nominasi ganda dalam kategori aktor utama, aktris utama, aktor pendukung, maupun aktris pendukung.

Perubahan tersebut juga berpotensi mengurangi praktik yang selama ini dikenal sebagai “category fraud” atau strategi kampanye yang sengaja memindahkan sebuah penampilan ke kategori pendukung untuk menghindari persaingan langsung.

Kasus Kate Winslet pada musim penghargaan 2008 menjadi contoh paling terkenal. Saat itu, Winslet berkampanye sebagai pemeran utama untuk Revolutionary Road dan pemeran pendukung untuk The Reader. Namun menjelang pengumuman nominasi Oscar, The Reader dipindahkan ke kategori utama dan akhirnya mengantarkan Winslet meraih Oscar Aktris Terbaik.

Dengan aturan baru ini, situasi serupa tidak lagi memerlukan manuver kategori karena dua penampilan yang sama-sama kuat dapat bersaing secara bersamaan.

Mengakhiri Aturan yang Bertahan Sejak Era Awal Oscar

Perubahan tersebut juga mengakhiri salah satu tradisi tertua dalam sejarah Oscar.

Perubahan besar terakhir pada kategori akting terjadi pada 1945 ketika Barry Fitzgerald menerima nominasi sebagai aktor utama dan aktor pendukung untuk peran yang sama dalam Going My Way. Setelah peristiwa itu, Akademi membatasi satu penampilan hanya dapat menerima satu nominasi.

Kini, lebih dari delapan dekade kemudian, Akademi kembali merevisi aturan tersebut untuk menyesuaikan diri dengan dinamika perfilman modern.

Sejumlah nama seperti Leonardo DiCaprio, Sean Penn, Jessica Chastain, Alicia Vikander, hingga Sebastian Stan disebut sebagai contoh aktor yang berpotensi memperoleh nominasi ganda jika aturan baru ini telah berlaku pada masa mereka bersaing.

Akademi Tegaskan Peran Akting Harus Diperankan Manusia

Selain membuka peluang nominasi ganda, Akademi juga memperjelas syarat kelayakan untuk kategori akting.

Mulai Oscar ke-99, hanya karakter yang tercantum dalam daftar pemeran resmi dan benar-benar diperankan manusia dengan persetujuan aktor yang bersangkutan yang dapat dipertimbangkan untuk nominasi.

Aturan ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang mampu mereplikasi wajah maupun suara aktor. Perdebatan semakin menguat setelah penggunaan kemiripan mendiang Val Kilmer dalam proyek film mendatang As Deep as the Grave.

Melalui aturan tersebut, Akademi menegaskan bahwa penghargaan akting tetap diberikan kepada performa manusia, bukan hasil rekayasa teknologi.

AI Tidak Bisa Menulis Skenario Pemenang Oscar

Akademi juga memperketat aturan terkait penggunaan AI generatif dalam proses kreatif.

Untuk kategori penulisan, Akademi kini secara resmi menetapkan bahwa skenario harus ditulis oleh manusia agar memenuhi syarat mengikuti kompetisi Oscar.

Meski tidak melarang penggunaan AI sebagai alat bantu, Akademi berhak meminta informasi tambahan mengenai tingkat keterlibatan teknologi tersebut dalam proses kreatif sebuah film.

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa Oscar masih memprioritaskan kepengarangan manusia di tengah pesatnya perkembangan teknologi generatif.

Aturan “Anatomy of a Fall” Ubah Persaingan Film Internasional

Perubahan besar lainnya terjadi pada kategori Film Fitur Internasional.

Kini, sebuah film berbahasa non-Inggris dapat memenuhi syarat meski tidak dipilih oleh komite resmi negaranya, selama film tersebut memenangkan penghargaan utama di salah satu dari enam festival film internasional yang telah ditentukan Akademi.

Festival yang masuk dalam daftar tersebut adalah Berlin, Cannes, Venesia, Toronto, Sundance, dan Busan.

Aturan ini muncul setelah kontroversi yang melibatkan Anatomy of a Fall karya Justine Triet pada 2023. Meski memenangkan Palme d’Or di Cannes, film tersebut tidak dipilih Prancis sebagai wakil resmi negaranya untuk Oscar.

Ironisnya, Anatomy of a Fall tetap berhasil meraih lima nominasi Oscar dan memenangkan penghargaan Skenario Asli Terbaik, sementara film yang dipilih Prancis gagal menembus nominasi.

Karena itu, banyak pengamat menyebut perubahan terbaru ini sebagai “aturan Anatomy of a Fall”.

Film Kini Menjadi Nomine, Bukan Negara

Akademi juga mengubah sistem kredit dalam kategori Film Fitur Internasional.

Mulai 2027, film akan tercatat sebagai nomine, bukan negara pengusungnya. Jika menang, sutradara akan menerima penghargaan atas nama tim kreatif.

Nama sutradara akan dicantumkan pada plakat Oscar bersama judul film, dan jika relevan, negara atau wilayah asal film tersebut.

Perubahan ini dianggap lebih mencerminkan sifat kolaboratif perfilman modern yang sering melibatkan produksi lintas negara.

Standar Voting Semakin Ketat

Sejumlah kategori teknis juga mengalami penyesuaian aturan.

Dalam kategori tata rias dan penataan rambut, anggota cabang wajib menghadiri setidaknya satu sesi diskusi resmi sebelum dapat memberikan suara pada tahap awal.

Sementara itu, seluruh anggota Akademi yang ingin memberikan suara pada kategori efek visual harus menonton cuplikan “Before and After” berdurasi tiga menit dari setiap finalis.

Akademi berharap langkah ini dapat mendorong pemilih memahami proses kreatif di balik karya yang mereka nilai.

Persaingan Oscar 2027 Diprediksi Semakin Sengit

Perubahan aturan tersebut hadir saat sejumlah proyek besar sudah mulai mengincar musim penghargaan 2026.

Film-film yang diperkirakan menjadi sorotan antara lain Project Hail Mary garapan Phil Lord dan Chris Miller, Dune: Part Three karya Denis Villeneuve, serta Digger dari Alejandro G. Iñárritu.

Dengan regulasi baru yang lebih fleksibel dalam kategori akting dan lebih terbuka bagi film internasional, persaingan menuju Oscar ke-99 diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling menarik dalam sejarah modern Akademi.

Oscar ke-99 dijadwalkan berlangsung pada 14 Maret 2027 di Dolby Theatre, Hollywood, sementara perayaan Oscar ke-100 akan digelar setahun kemudian pada 5 Maret 2028.

*(Anas, DMKtv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini