168 SPPG di Lombok Tengah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

LOMBOK TENGAH. DMKtv,- Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 168 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di 12 kecamatan di kabupaten setempat telah memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).

“Sampai saat ini ada 168 SPPG yang beroperasi dan memiliki SLHS. Itu tersebar di 12 kecamatan di Lombok Tengah,” kata Sekretaris Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lombok Tengah Lalu Setiawan di Lombok Tengah, Jumat.

Ia mengatakan apa yang menjadi arahan dan ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut telah dipenuhi oleh pengelola SPPG, termasuk terkait pemakaian instalasi pengolahan air limbah (Ipal).

“Dua hal yang menjadi temuan BGN itu mengakibatkan sejumlah SPPG di Lombok Tengah sempat ditutup sementara. Setelah syarat itu dipenuhi, SPPG tersebut diberikan rekomendasi untuk beroperasi kembali,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data saat ini dari jumlah SPPG di Lombok Tengah sebanyak 178 titik, 10 SPPG diantaranya belum beroperasi, karena sedang dalam tahap persiapan.

Ia mengatakan berdasarkan data sementara total penerimaan manfaat program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto tersebut untuk Lombok Tengah mencapai 413.793 jiwa yang terdiri atas 326.946 siswa, termasuk tenaga pendidik.

“Sedangkan program MBG yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui dan balita (B3) mencapai 86.847 orang, sehingga total penerimaan manfaat MBG di Lombok Tengah sebanyak 413.793 jiwa,” katanya.

Sertifikat laik higiene sanitasi yang dikeluarkan pemerintah daerah sebagai bukti tertulis bahwa dapur SPPG tersebut bisa beroperasi sesuai ketentuan.

Limbah cair dari dapur MBG cukup banyak dan dampaknya dapat merusak lingkungan serta bisa mengganggu kenyamanan warga, karena bau limbah, sehingga SPPG itu diwajibkan menggunakan Ipal sesuai standar.

“Pengawasan terhadap SPPG ini tetap intensif dilakukan supaya program MBG ini berjalan sesuai rencana dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

*(Akhyar Rosidi/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini