KARAWANG, JABAR. DMKtv,- Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan keprihatinannya terhadap pengelolaan kekayaan alam di Indonesia yang dinilai belum optimal sehingga manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan rakyat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam agenda Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan RI di Karawang, Jawa Barat, Rabu.
“Saya prihatin, saya sedih, bahwa banyak kekayaan kita yang tidak pandai kita kelola sehingga banyak kekayaan kita yang bocor,” katanya.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa setelah resmi memimpin pemerintahan, ia semakin memahami besarnya potensi dan kekayaan yang dimiliki Indonesia.
Namun, ia mengaku sedih karena masih terjadi kebocoran dalam pengelolaan kekayaan tersebut, yang berdampak pada masih tingginya angka kemiskinan di tengah melimpahnya sumber daya alam.
Menurut Kepala Negara, kegelisahan itu telah ia rasakan sejak lama, bahkan sebelum menjabat sebagai presiden.
Ia mengaku terus berjuang karena melihat adanya kejanggalan, yakni kondisi negara yang sangat kaya tetapi belum mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat.
Presiden menilai tidak masuk akal apabila Indonesia yang memiliki wilayah luas, tanah subur, dan sumber daya melimpah justru bergantung pada impor pangan dari negara lain.
Ketergantungan tersebut, kata Presiden Prabowo, bertentangan dengan logika dan rasa keadilan.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara mengatakan bahwa meskipun dirinya bukan akademisi dengan gelar tinggi, ia mampu membedakan mana kebijakan yang masuk akal dan tidak masuk akal, serta merasakan ada atau tidaknya keadilan.
“Saya memang bukan orang pinter, saya tidak punya gelar profesor, tapi saya bisa melihat yang benar dan yang nggak benar. Saya bisa melihat yang masuk akal dan tidak masuk akal,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk terus berjuang mewujudkan pengelolaan kekayaan negara yang lebih adil, mandiri, dan berpihak kepada kepentingan rakyat, termasuk melalui pencapaian swasembada pangan.
*(Andi Firdaus/ANTARA)











