DUBAI. DMKtv,- Uni Emirat Arab (UAE) menyatakan, Jumat (20/3), sistem pertahanan udaranya mencegat empat rudal balistik dan 26 drone yang diluncurkan dari Iran, seusai departemen keamanannya membongkar jaringan terkait dengan Hizbullah dan Iran.
Kementerian Pertahanan UAE menyebut, total sistem pertahanan udaranya berhasil menangani 338 rudal balistik, 15 rudal jelajah, dan 1.740 drone yang menargetkan negara itu sejak 28 Februari, begitu Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran.
Sebelumnya, pada Jumat yang sama, Departemen Keamanan Negara UAE menyebut telah membongkar jaringan yang didanai dan diarahkan oleh Hizbullah Lebanon dan Iran, dan para anggotanya telah ditangkap.
Otoritas menduga kelompok tersebut beroperasi dengan kedok perusahaan fiktif, dan berupaya menyusup ke perekonomian UAE serta menjalankan agenda eksternal yang mengancam stabilitas keuangan.
Hizbullah membantah tuduhan UAE, seraya menyebut klaim itu “direkayasa” dan tidak berdasar.
Sementara itu, Mesir mengecam skema teroris yang menargetkan keamanan dan stabilitas negara-negara Teluk, yang terbaru di antaranya menyasar Kuwait dan UAE, kata Kementerian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataan.
Presiden UAE Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan pada Jumat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan yang sedang berkunjung.
Kedua belah pihak membahas eskalasi militer yang sedang berlangsung di kawasan dan implikasi seriusnya terhadap keamanan dan stabilitas regional dan internasional, menggarisbawahi perlunya menghentikan eskalasi dan memprioritaskan dialog maupun diplomasi demi mencegah ketegangan dan krisis lebih lanjut, lapor kantor berita resmi UEA, Emirates News Agency (WAM).
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Teheran merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di Timur Tengah.
*(Xinhua/ANTARA)











