Tarif Baru dalam Perang Dagang AS – China

DUNIA. DMKtv, – Presiden AS Donald Trump memicu kembali perang dagang terhadap Beijing dengan janji untuk menaikkan tarif secara tajam sebagai tindakan balasan terhadap China yang mengekang ekspor mineral pentingnya.

Trump mengumumkan pengenaan pungutan tambahan sebesar 100% terhadap ekspor China ke AS, bersama dengan kontrol ekspor baru terhadap semua platform elektronik paling lambat tanggal 1 November.

Trump juga mempertanyakan prospek pertemuan yang diumumkan sebelumnya dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan. Terkait hal itu, ia mengatakan di Truth Social bahwa “saat ini tampaknya tidak ada alasan untuk memberlakukan tarif perdagangan baru.”

Langkah-langkah perdagangan baru ini merupakan reaksi Trump terhadap China yang secara drastis memperluas kontrol ekspor unsur tanah jarang*. China mendominasi pasar tanah jarang. Tanah jarang merupakan bahan baku penting dalam pembuatan teknologi militer.

“Mengejutkan sekali,” kata Trump tentang langkah-langkah Tiongkok. “Saya pikir itu sangat, sangat buruk.”

Tindakan tersebut menandai keretakan hubungan terbesar dalam enam bulan. Para ahli mengatakan pembatasan pengiriman perangkat lunak AS ke China dapat menjadi pukulan besar bagi industri teknologi negara itu.

Penurunan Kinerja Pasar akibat Ancaman Baru AS

Ancaman perdagangan Trump membuat pasar dan hubungan antara negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia menjadi kacau. China memproduksi lebih dari 90% logam tanah jarang olahan dunia.

Serangan tak terduga Trump mengguncang pasar keuangan global, menyebabkan indeks acuan S&P 500 turun lebih dari 2%, penurunan satu hari terbesar sejak April.

Trump menyebut tindakan China sebagai “perintah yang bermusuhan”, dan mengatakan bahwa ia terpaksa “membalas tindakan mereka secara finansial”.

*(Reuters/DMKtv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini