JAKARTA. DMKtv,- Suasana “barak militer” terasa di dapur Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/1/2026) pagi.
Sebab, peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 dari Kompi C tampak mengantre rapi untuk sarapan.
Itu mengawali hari keempat diklat dengan penuh kekompakan.
Ritual pagi dimulai pukul 04.00 WIB dengan salat Subuh berjamaah di Masjid Agung Al-Mabrur.
Usai ibadah, peserta melanjutkan senam pagi dan jalan sehat sejauh satu kilometer mengelilingi kompleks asrama.
Setelah itu, mereka berbaris menuju dapur umum untuk sarapan.
Menu pagi terdiri dari nasi putih, tempe, mi goreng, semur daging, dan mentimun segar. Juga, buah pisang.
“Enak, sesuai kebutuhan tubuh untuk aktivitas berat pagi ini. Kita akan lanjut PBB (Peraturan Baris Berbaris), menu ini sudah mencukupi,” ujar Iqbal, peserta dari Tusi Layanan Lansia.
Menariknya, peserta dengan Tusi Konsumsi langsung berperan aktif di dapur. Mereka mengecek jumlah dan kualitas makanan sebelum dihidangkan, sebagai simulasi tugas nyata di Arab Saudi nanti.
Disiplin juga terlihat setelah makan. Peserta sigap membereskan piring dan gelas ke titik pengumpulan, menjaga kebersihan dapur dan ruang makan.
Tertib di dapur, disebutnya adalah cerminan kedisiplinan dasar, melatih kebersamaan dan tanggung jawab.
Mayor Laut Hariyadi, instruktur Diklat PPIH 2026 dari Mako Akademi TNI Mabes, menegaskan latihan ini bukan sekadar kekompakan dan kebugaran. Namun pemahaman medan tugas.
“Latihan menanamkan kedisiplinan, kekompakan tim, serta kesiapan mental dalam melayani jemaah lansia, disabilitas, dan berisiko tinggi. Peserta memfungsikan dirinya seakan-akan sudah bertugas di sana,” jelasnya.
Sarapan ala barak ini menjadi bagian integral pembentukan karakter petugas haji.
Kekompakan dan kedisiplinan yang ditanamkan sejak diklat diharapkan menjadi fondasi kuat saat mereka mendampingi jutaan jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026 mendatang.
*(Khomsurijal W/DISWAY.ID)











