Sanksi China terhadap Hanwha mengancam bisnis Korea Selatan-AS

SEOUL. DMKtv, – Sanksi baru China terhadap pembangunan galangan kapal Hanwha Ocean mengancam kerja sama pembangunan kapal antara Korea Selatan dan AS. Hanwha Ocean merupakan perusahaan yang berafiliasi dengan Amerika Serikat. Pejabat di Seoul menyatakan bahwa sanksi ini berpotensi mengganggu pasokan peralatan dan bahan baku. Pembangunan galangan kapal Hanwha Ocean sangat bergantung pada bahan baku dari China.

Beijing mengumumkan sanksi ini seiring dengan perang tarif antara China dan AS. Sanksi ini menjadi pematik baru dalam perang dagang berkepanjangan menjelang pertemuan antara para pemimpin kedua negara.

Tantangan Ambisi Trump di Asia

Korea Selatan telah menyatakan komitmennya untuk mendukung program “Make America Shipbuilding Great Again” milik Presiden AS Donald Trump. AS menjanjikan investasi senilai US$150 miliar dalam industri galangan kapal Korea Selatan.

“Akan ada dampaknya, itu pasti,” ujar Seok Jong-gun, Menteri Administrasi Program Pengadaan Pertahanan Korea Selatan dalam sidang parlemen. “Saya tidak mengerti bagaimana kita bisa memproduksi semua material dan perlengkapan untuk Philly Shipyard di AS,” kata Seok.

Menurut dokumen resmi, Hanwha juga mengelola galangan kapal di Provinsi Shandong, China. Perusahaan itu membuat modul komponen kapal dan mengirimnya ke galangan kapal di Korea Selatan untuk perakitan akhir.

Para analis mengatakan, sanksi itu mungkin merupakan pertanda China yang menghalangi Korea Selatan bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Lebih dari Sekadar Isu Perdagangan

Anggota parlemen Korea Selatan Yu Yong-weon memperkirakan bahwa sanksi China akan menyebabkan kerugian sebesar US$ 60 juta bagi Philly Shipyard. Ia memperhitungkan potensi gangguan pasokan dan keterlambatan pengiriman kapal.

“Ini bukan sekadar isu perdagangan, tapi persoalan serius yang menyangkut keamanan ekonomi dan supremasi industri kita,” ujar Yu, yang mengunjungi galangan kapal tersebut bulan lalu.

Hanwha Ocean menolak mengomentari perkiraan kerugian itu. Namun, Hanwha USA, anak perusahaannya, menyatakan tengah meninjau rincian sanksi China. Hanwha USA menegaskan komitmennya: “Hanwha akan terus menyediakan layanan maritim kelas dunia kepada pelanggan kami, termasuk melalui investasi kami di industri maritim AS dan melalui Hanwha Philly Shipyard.”

Philly Shipyard, yang terletak di Philadelphia dan diakuisisi Hanwha tahun lalu, termasuk lima anak perusahaan di AS yang terdampak sanksi China.

Sementara itu, para pesaing Hanwha asal Korea Selatan, HD Hyundai dan Samsung Heavy Industries juga mengincar proyek-proyek maritim AS, termasuk pembangunan dan pemeliharaan kapal-kapal militer.

*(Reuters/DMKtv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini