ISTANBUL. DMKtv,- Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung membagikan sebuah video di media sosial pada Jumat (10/4) yang mengeklaim tentara Israel menyiksa seorang anak Palestina dan melemparkannya dari atap.
Dalam unggahan di platform X, Lee mengatakan perlu untuk memastikan keaslian video itu dan menilai tindakan yang telah diambil, seraya menekankan keseriusan tuduhan tersebut.
“Pembunuhan dalam perang tak berbeda dengan persoalan yang kita kecam, seperti perbudakan paksa terhadap perempuan penghibur dan pembantaian orang Yahudi,” katanya.
Isu perempuan penghibur merujuk pada masa pendudukan Jepang di Semenanjung Korea, ketika perempuan mengalami kekerasan oleh pasukan penjajah.
Video tersebut diunggah di X oleh pengguna Jvnior dengan keterangan “Rekaman Langsung: Tentara IDF menyiksa seorang anak Palestina dan melemparkannya dari atap. Mereka menyebut diri mereka ‘tentara yang paling bermoral.'”
bahwa tentara Israel menyiksa seorang anak Palestina dan melemparkannya dari atap.
Lee mengatakan dalam unggahan terpisah bahwa insiden tersebut terjadi pada September 2024.
Ia menambahkan bahwa Gedung Putih menyebut insiden tersebut “mengganggu,” sementara Israel menyatakan telah melakukan penyelidikan dan mengambil langkah terkait.
Lee juga mencatat bahwa insiden tersebut melibatkan mayat, bukan orang hidup, dan menyebutnya sebagai “sebuah rahmat kecil, jika bisa disebut demikian.”
Ia menegaskan bahwa hukum humaniter internasional harus ditegakkan dalam semua keadaan dan martabat manusia harus dijaga sebagai nilai utama.
*(Anadolu/ANTARA)











