Rumor Kematiannya jadi Olok-Olok, Netanyahu Pamer Dirinya Sehat Sambil Santai Minum Kopi

JAKARTA. DMKtv,– Rumor kematian PM Israel Benjamin Netanyahu marak di media sosial.

Sejumlah meme juga mengolok-olok dirinya karena tewas di tengah konflik Israel-Iran.

Akan tetapi, justru Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, membantah rumor tersebut dengan sebuah video di platform X (Twitter) setelah beredar teori konspirasi di media sosial yang mengklaim ia tewas akibat serangan Iran.

Dalam video tersebut, Netanyahu terlihat sedang memesan kopi di sebuah kafe sambil bercanda menanggapi rumor itu.

“Saya mati… karena kopi,” katanya, menggunakan ungkapan dalam bahasa Ibrani yang kurang lebih berarti sangat menyukai sesuatu. “Kamu tahu? Saya ‘mati-matian’ untuk rakyat saya. Cara mereka bersikap luar biasa,” tambahnya.

Dalam video itu, Netanyahu juga mengangkat kedua tangannya dan memperlihatkan jari-jarinya ke arah kamera dikutip dari NDTV.

Sebelumnya, beberapa unggahan di media sosial menyebut bahwa rekaman konferensi persnya pada hari Kamis menunjukkan ia memiliki enam jari di satu tangan, sehingga diduga video tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

“Apakah kalian ingin menghitung jari saya? Kalian bisa melihatnya di sini… dan di sini. Lihat? Sangat bagus,” kata Netanyahu.

Dalam pesannya kepada warga Israel, Netanyahu mengatakan:

“Keluarlah dan hirup udara segar, tetapi tetap berada dekat dengan tempat perlindungan. Ketahanan kalian luar biasa; itu memberi kekuatan bagi saya, bagi pemerintah, bagi IDF, dan bagi Mossad. Kami sedang melakukan hal-hal yang saat ini belum bisa saya ungkapkan, tetapi kami memukul Iran sangat keras, bahkan hari ini. Apakah kalian meminta saya untuk terus melanjutkan? Saya katakan kepada kalian semua: kalian juga harus terus bertahan.”

“Teruslah mendengarkan instruksi dari Home Front Command setiap saat—dengarkan Home Front Command dan juga para wali kota—agar selalu berada dekat dengan tempat perlindungan. Kami akan melonggarkan pembatasan sebisa mungkin. Dan terima kasih untuk kopinya, rasanya luar biasa. Saya tidak tahu soal kalorinya… kelihatannya…”

Sebelumnya, pada hari Minggu, Iran bersumpah akan “mengejar dan membunuh” Perdana Menteri Netanyahu.

“Jika penjahat pembunuh anak-anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” kata Islamic Revolutionary Guard Corps dalam sebuah pernyataan.

Hal ini terjadi ketika perang antara Israel dan Iran telah memasuki hari ke-16. Konflik meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan bersama terhadap Iran bulan lalu.

Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran yang berusia 86 tahun, Ali Khamenei, dan memicu konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke Israel serta ke pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk. Sementara itu, Israel dan Amerika Serikat terus menyerang target-target Iran. Laporan menyebutkan perang ini telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, sebagian besar berada di Iran.

Pentagon menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat dan Israel telah menyerang lebih dari 15.000 target di seluruh Iran sejak konflik dimulai. Media AS juga melaporkan bahwa Pentagon telah mengerahkan kapal serbu amfibi USS Tripoli ke kawasan tersebut bersama sekitar 2.500 marinir, seiring pertempuran yang masih terus berlangsung.

*(Marieska Harya Virdhani/DISWAY.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini