Rencana Penyelidikan AS atas Impor Panel Surya dari India, Laos, dan Indonesia

Washington, D.C. DMKtv, – Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat (USITC) berencana melanjutkan penyelidikan atas impor panel surya dari India, Laos dan Indonesia. Impor ini berpotensi mengganggu produksi dalam negeri AS. Kebijakan ini diambil sebagai langkah prosedural utama yang dapat mengakibatkan tarif pada impor tersebut.

Keputusan bulat dari panel ini merupakan kemenangan bagi produsen panel surya dalam negeri AS yang menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di negara-negara tersebut menerima subsidi pemerintah yang tidak fair dan menjual produk mereka di bawah biaya produksi di Amerika Serikat. Produsen AS berupaya melindungi investasi miliaran dolar yang ada di Amerika.

Keputusan ITC hari ini mengonfirmasi apa yang dituduhkan dalam petisi para produsen panel surya AS yang dirugikan oleh impor yang diperdagangkan secara tidak fair.

“Perusahaan-perusahaan milik China dan perusahaan-perusahaan lain di Laos, Indonesia, dan India mempermainkan sistem dengan praktik-praktik tidak fair yang menggerogoti lapangan kerja dan investasi AS,” kata Tim Brightbill, penasihat hukum utama untuk Aliansi untuk Manufaktur dan Perdagangan Panel Surya Amerika dan mitra di Wiley Rein LLP.

Kasus ini diajukan pada bulan Juli oleh aliansi, sebuah koalisi produsen solar AS termasuk First Solar ,Hanwha, dan Qcells.

Impor dari India, Indonesia, dan Laos melonjak menjadi $1,6 miliar tahun 2024, naik dari $289 juta pada tahun 2022, menurut aliansi tersebut. Banyak produk impor solar diyakini telah beralih ke negara-negara Asia Tenggara setelah negara-negara lain dikenakan tarif oleh Amerika Serikat. Artinya, produk yang sebelumnya diekspor ke AS kini dialihkan ke pasar Asia Tenggara.

Departemen Perdagangan AS akan melanjutkan penyelidikan terhadap impor tersebut, dengan penentuan awal mengenai bea masuk imbalan, atau anti-subsidi, diharapkan sekitar tanggal 10 Oktober dan bea masuk antidumping sekitar tanggal 24 Desember.

*(Anas Mudhakir/DMKtv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini