Protelindo Kantongi Rating ‘BBB’ Global dan ‘AAA(idn)’ Nasional, Prospek Stabil

Jakarta. DMKtv, – PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) kembali mendapat pengakuan kuat dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings. Peringkat Issuer Default Rating (IDR) Jangka Panjang Mata Uang Asing Protelindo di level “BBB” dengan prospek Stabil, sekaligus mempertahankan peringkat nasional tertinggi “AAA(idn)” untuk instrumen utang perusahaan.

Fitch Ratings menilai prospek stabil ini mencerminkan keyakinan bahwa leverage EBITDA bersih Protelindo akan membaik dan bertahan di bawah 4,5 kali, didukung suntikan modal baru Rp5,5 triliun, belanja modal yang lebih rendah, serta dampak konsolidasi industri telekomunikasi yang masih bisa dikelola.

Tambahan modal dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (SMN) membuat beban utang Protelindo lebih ringan. Fitch Ratings juga memperkirakan belanja modal tahunan akan turun menjadi Rp4,5 triliun–Rp4,9 triliun pada 2025–2026, dari Rp5,9 triliun tahun lalu. Penurunan belanja ini memberi ruang bagi Protelindo untuk meningkatkan dividen hingga Rp1,2 triliun per tahun mulai 2026.

Protelindo menguasai sekitar 30% pangsa lokasi menara, hanya terpaut tipis dari pemimpin pasar PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (34%). Fitch Ratings menyoroti visibilitas arus kas Protelindo yang tinggi, dengan lebih dari 80% pendapatan berasal dari kontrak jangka panjang menara dan fiber, setara Rp74 triliun pada kuartal I 2025.

Protelindo mendapat peringkat satu tingkat di bawah American Tower Corporation dan Crown Castle Inc. yang berstatus BBB+, namun lebih baik dari Cellnex Telecom (BBB-/Stabil) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (BBB-/AA+(idn)/Stabil). Faktor pembeda utama adalah struktur leverage Protelindo yang lebih konservatif.

Fitch Ratings memberikan peringkat nasional “AAA(idn)” merupakan level tertinggi di Indonesia, mencerminkan risiko gagal bayar yang sangat rendah. Selain itu juga, Fitch Ratings memberi catatan bahwa rating internasional Protelindo tak akan bisa melampaui batas peringkat negara Indonesia sendiri, yang saat ini berada di level BBB.

Dengan stabilitas neraca, struktur pendanaan yang lebih sehat, dan kontrak jangka panjang yang kokoh, Protelindo diproyeksikan tetap menjadi salah satu pemain kunci dalam infrastruktur telekomunikasi Indonesia, meski harus menghadapi tantangan pertumbuhan akibat konsolidasi industri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini