JAKARTA. DMKtv,- Program “Mudik ke Jakarta” yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terbukti memberikan dampak besar terhadap perputaran ekonomi ibu kota.
Hingga menjelang akhir Maret 2026, nilai transaksi program ini telah mencapai Rp21 triliun.
Program yang mengajak masyarakat menikmati libur lebaran di Jakarta ini meningkatkan jumlah wisatawan dan penggunaan angkutan umum.
Kata dia, ekonomi Jakarta bergerak kencang dampak dari program tersebut.
“Sampai sebelum Lebaran, nilai transaksi program ini mencapai sekitar Rp21 triliun,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 25 Maret 2026.
Pramono berharap, nilai transaksi program tersebut dapat meningkat hingga Rp25 trilin pada akhir bulan Maret.
“Kami berharap hingga 31 Maret dapat melampaui Rp25 triliun,” ujarnya.
Lonjakan mobilitas ini kata Pramono, mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk berkunjung sekaligus beraktivitas di Ibu Kota.
Peningkatan tersebut terlihat dari tingginya angka kunjungan ke berbagai destinasi wisata serta melonjaknya jumlah pengguna moda transportasi publik, seperti MRT dan LRT.
Pramono menilai tren ini sebagai sinergi positif antara kebijakan mobilitas dan daya tarik pariwisata Jakarta.
“Program Mudik ke Jakarta tidak hanya mendorong pergerakan ekonomi, tetapi juga meningkatkan penggunaan transportasi publik secara signifikan,” ujar Pramono.
Pramono menyebutkan, selama periode libur Lebaran pengguna MRT mencapai 135.117 penumpang atau meningkat sekitar 59 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, LRT Jakarta mencatatkan 9.987 penumpang atau naik sekitar 6 persen.
Di sektor pariwisata, lonjakan pengunjung juga terjadi di sejumlah destinasi unggulan.
Kawasan Monas mencatat 126.790 pengunjung, Ragunan 222.991 pengunjung, dan Ancol sekitar 155.000 pengunjung selama masa libur Lebaran.
“Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menikmati Jakarta sebagai destinasi wisata sekaligus kota aktivitas,” kata Gubernur Pramono.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor dalam program “Mudik ke Jakarta”, termasuk dukungan dari sektor transportasi dan perhotelan.
Pemprov DKI memastikan peningkatan mobilitas tersebut tetap diimbangi dengan pelayanan publik yang optimal.
“Selama periode mudik hingga Lebaran, pelayanan publik berjalan baik dan tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat,” pungkas Pramono.
*(Cahyono/DISWAY.ID)











