Profil Amal Said Dosen UIM yang Ludahi Kasir Swalayan, 20 Tahun Mengajar Berujung Dipecat

JAKARTA, DISWAY.ID – Sosok dan profil Amal Said, seorang dosen UIM yang viral karena meludahi kasir swalayan banyak dicari publik.

Nama Amal Said mendadak menjadi perbincangan hangat publik setelah aksinya meludahi seorang kasir swalayan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Amal Said yang merupakan dosen Fokultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) terekam CCTV meludahi seorang kasir swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Aksinya dilakukan kala ia menerobos antrean di swalayan.

Semula Amal Said membuka dompet untuk membayar ke kasir, tak diketahui apa isi percakapan antar keduanya.

Namun, tiba-tiba Amal Said meludahi sang kasir.

Tindakan tidak terpuji itu membuat geger publik hingga mempertanyakan sosok Amal Said sebagai dosen di UIM.

Profil Amal Said

Amal Said merupakan sosok yang telah mengabdi selama puluhan tahun untuk mengajar sebagai dosen.

Rektor UIM Al-Ghazali, Prof Muammar Bakry mengatakan bahwa Amal Said telah mengabdi selama kurang lebih 20 tahun.

Bahkan, dosen tersebut sempat menerima penghargaan dari presiden atas pengabdiannya di dunia pendidikan.

Prof Muammar menyebut insiden yang viral merupakan kejadian yang bisa saja dialami siapa pun.

Amal Said saat dihadirkan dalam sidang Komisi Etik UIM disebut mengaku menyesali perbuatannya dan menganggap kejadian tersebut sebagai sebuah kekhilafan.

“Ketika kami hadirkan dalam sidang komisi etik, beliau sangat menyesalkan dan menyesali perbuatannya dan menganggap sebagai kekhilafan,” katanya saat Press Conference di Kampus UIM Al Ghazali, Senin, 29 Desember 2025.

Pihak kampus kemudian mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Langkah yang kami tempuh adalah sidang etik sebagaimana yang dituangkan dalam aturan akademik di lingkup UIM,” tuturnya.

“Hasil sidang etik itu kemudian ditindaklanjuti oleh Rektor untuk kemudian kami menyurat ke LLDIKTI mengenai pemberhentian yang bersangkutan,” sambungnya.

Gaji Amal Said

Universitas Islam Makassar merupakan salah satu Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar.

Sehingga gaji dosen swasta berbeda dengan gaji dosen negeri yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Untuk membedakan, dosen swasta dibagi dua golongan yakni dosen tetap dan dosen tidak tetap alias dosen honorer.

Rata-rata dosen swasta memiliki jenjang pendidikan minimal Strata 2 (S2) bergelar Magister dan Strata 3 (S3) bergelar Profesor.

Dari jenjang status pendidikan itu, sehingga dosen swasta memiliki gaji yang berbeda-beda tergantung kebijakan setiap kampus.

Besaran gaji setiap SKS biasanya akan ditetapkan sesuai kebijakan kampus itu sendiri.

Meski begitu rata-rata gaji dosen swasta berstatus honorer dengan gelar pendidikan S2, memiliki kisaran mulai Rp4.000.000 sampai Rp10.000.000 per bulan.

Gaji tersebut bisa meningkat menyesuaikan jumlah SKS yang diajarkan di kampus terkait.

Sedangkan, dosen swasta tetap memiliki status lebih jelas, produktivitas belajar mengajar lebih tinggi.

Status jenjangnya lebih terjamin karena biasanya gaji mereka menyesuaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 tetang ketenagakerjaan.

Jika melihat data yang ada, UMP Kota Makassar pada tahun 2025 yakni senilai Rp3.657.527.

Meski begitu, gaji dosen swasta berstatus tetap dapat menyesuaikan rekam jejak dan durasi kerja di kampus dia tempat mengajar.

Kisaran gaji dosen swasta dapat menyentuh Rp4.500.000 hingga Rp12.000.000 per bulan.

Bahkan di luar gaji pokoknya, gaji dosen swasta tetap juga dapat menyamai gaji dosen PNS yang memperoleh beberapa tunjangan.

Tunjanan itu terdiri dari tunjangan profesi, tunjangan khusus, tunjangan sertifikat, tunjangan kehormatan dan tunjangan tambahan.

*(Adinda Salsabila/DISWAY.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini