Produsen Obat Global Percepat Ekspansi di AS Hadapi Ancaman Tarif 100%

DUNIA. DMKtv, – Produsen obat global segera merealisasikan manufaktur dan inventarisnya di Amerika Serikat. Mereka takut terhadap Trump yang mempertimbangkan penerapan tarif 100% terhadap obat bermerek dari luar negeri.

Kebijakan tarif ini belum berlaku bagi perusahaan yang berinvestasi di dalam negeri. Akan tetapi, ancaman tersebut sudah mendorong berbagai perusahaan mempercepat proyek, menurunkan harga, hingga menjual langsung ke konsumen.

Berikut langkah-langkah aktif yang diambil perusahaan farmasi besar dunia:

  • Pfizer menandatangani kesepakatan dengan Presiden Trump pada 30 September untuk menginvestasikan $70 miliar dalam riset dan produksi domestik. Sebagai imbalan, perusahaan mendapat pengecualian tarif selama tiga tahun.

  • AstraZeneca mengalokasikan $50 miliar untuk manufaktur di AS hingga 2030. Mereka mulai membangun fasilitas bahan obat di Virginia dan memperluas operasi di lima negara bagian lainnya. Perusahaan juga telah mengalihkan teknologi dan mengelola stok sejak 2025 untuk meminimalkan dampak tarif.

  • Eli Lilly mengumumkan investasi $5 miliar untuk membangun pabrik di Virginia—yang pertama dari empat fasilitas baru sebagai bagian dari ekspansi senilai $27 miliar dalam lima tahun.

  • Johnson & Johnson menaikkan investasi AS sebesar 25% menjadi $55 miliar dalam empat tahun. Perusahaan membangun empat pabrik, termasuk di North Carolina dan lokasi milik Fujifilm Biotechnologies.

  • Merck memulai pembangunan pabrik senilai $3 miliar di Virginia, dan merencanakan investasi tambahan $1 miliar di Delaware untuk memproduksi biologik dan Keytruda, serta memperluas fasilitas di North Carolina dan Kansas.

  • Roche menyatakan akan menggelontorkan $50 miliar ke AS dalam lima tahun. Mereka memperluas fasilitas diagnostik di Indianapolis senilai $550 juta, membangun pabrik baru senilai $700 juta di North Carolina, dan memproduksi lebih banyak obat di AS sebagai antisipasi tarif.

  • GSK menyiapkan investasi $30 miliar untuk R&D dan infrastruktur rantai pasok di AS dalam lima tahun.

  • Novartis menganggarkan $23 miliar untuk membangun dan memperluas 10 fasilitas di AS, termasuk enam pabrik baru dan perluasan pusat R&D di San Diego yang menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja.

  • Sanofi menargetkan investasi $20 miliar hingga 2030 di sektor manufaktur dan riset AS. CFO François Roger menyatakan dampak tarif tahun 2025 akan terbatas karena stok di AS sudah disiapkan.

  • Amgen menginvestasikan $900 juta untuk memperluas pabrik di Ohio, serta $1 miliar untuk fasilitas baru di North Carolina. Mereka juga menggelontorkan $650 juta untuk memperluas produksi di Puerto Rico.

  • Biogen menambahkan $2 miliar untuk kapasitas produksi terapi gen dan otomatisasi di tujuh pabriknya di North Carolina, dengan pabrik kedelapan akan mulai beroperasi akhir 2025.

  • AbbVie melanjutkan ekspansi senilai $10 miliar dalam satu dekade. Perusahaan menyatakan sudah cukup terlindungi dari dampak tarif tahun ini melalui manajemen inventaris.

  • Gilead Sciences menambah investasi baru senilai $11 miliar, menjadikan total investasi di AS mencapai $32 miliar. Mereka membangun pusat manufaktur di Foster City, California, serta dua lokasi lainnya.

  • Novo Nordisk menyebut posisi manufaktur mereka di AS sangat kuat dan mengklaim siap menghadapi tantangan tarif karena strategi yang berfokus pada pasar domestik.

  • Cipla dari India memperluas kapasitas produksinya di AS, khususnya untuk produk respiratori kompleks di fasilitas mereka di Massachusetts dan Long Island, New York.

Langkah‑langkah tersebut merefleksikan perubahan strategi besar dari perusahaan farmasi global yang selama ini sangat bergantung pada produksi dan rantai pasokan lintas negara. Kini, mereka secara aktif mengalihkan fokus ke pasar AS untuk mengurangi risiko regulasi dan tarif.

*(Reuters/DMKtv)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini