Produksi Nikel Indonesia Melonjak, GEM Co. Ltd. Catat Laba,

China. DMKtv, – Seiring melonjaknya produksi nikel dari pabrik GEM di Indonesia, Produsen bahan baterai China GEM. Co. Ltd. membukukan laba semester pertama.

Laba bersih naik 14% menjadi hampir 800 juta yuan (US$112 juta) dalam enam bulan. Perusahaan menghasilkan 43.977 ton nikel meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya, yang diperoleh dari pabrik-pabrik di negara Asia Tenggara. Kenaikan tersebut belum memperhitungkan kinerja pada Juli dan Agustus setelah “update keselamatan”, mengingat hujan lebat pada bulan Maret yang mengganggu operasional.

Produksi nikel Indonesia telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh masuknya investasi dan pekerja profesional dari China. Dana Kekayaan Negara (DANA) Indonesia atau Danantara, mengumumkan telah menandatangani perjanjian senilai $1,42 miliar dengan GEM untuk berinvestasi di pabrik nikel kelas baterai.

Produksi kobalt (produk sampingan dari operasi nikel) juga meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 3.667 ton sehingga menjadi alternatif lindung nilai atas larangan ekspor yang diberlakukan oleh Republik Demokratik Kongo. 

Republik Demokratik Kongo, melakukan intervensi administratif di pasar kobalt dengan menerapkan kontrol harga guna mengatasi ketidakseimbangan dalam industri kobalt global. Kongo, yang berkontribusi sekitar 70% dari pasokan bijih kobalt dunia, berencana menetapkan mekanisme pembentukan harga kobalt yang terkoordinasi untuk mendorong pemrosesan lokal dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan baku dengan harga murah.

Langkah tersebut diambil setelah harga kobalt internasional anjlok ke posisi terendah, menyebabkan Kongo memberlakukan larangan ekspor kobalt sementara. Larangan ini telah menyebabkan kenaikan harga kobalt internasional hampir 60% dan berdampak pada rantai pasokan kobalt global, termasuk penurunan impor produk kobalt di China.

Saham GEM yang terdaftar di Shenzhen, China mengalami kenaikan signifikan pada Kamis, 28 Agustus 2025, mencapai level tertinggi sejak November 2024. Namun, pada hari Jumat, saham tersebut mengalami penurunan sebesar 2,4%.

*(Anas Mudhakir/DMKtv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini