Pramono: Penanganan Banjir di Jakarta Harus Terencana, Tak Sporadis

JAKARTA, DISWAY.ID — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penanganan banjir di Ibu Kota tidak bisa dilakukan secara sporadis atau acak.

Ia menyebut, upaya penanganan yang sudah menjadi masalah tahunan ini harus dilakukan dengan strategi jangka pendek dan menengah.

“Penanganan banjir di Jakarta tidak bisa bersifat sporadis,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Selasa, 13 Januari 2026.

Untuk penanganan banjir jangka pendek seperti menyiagakan seluruh pompa, yang dimiliki oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

Total terdapat 1.200 pompa baik stasioner maupun portabel yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

“Kalau jangka panjangnya udah terlalu panjang lah untuk dipikirkan,” ucap Mas Pram sapaan akrabnya.

Pramono mengatakan, banjir yang merendam di sejumlah wilayah Jakarta sekarang ini relatif cepat surut.

Hal ini karena seluruh pompa yang dimiliki dikerahkan di titik-titik genangan.

“Sehingga dengan demikian itu yang akan tetap kita akan lakukan dalam penanganan untuk banjir di jakarta,” pungkasnya.

Adapun hingga pagi ini, banjir yang merendam sejumlah wilayah Jakarta telah berangsur surut.

Sekarang ini tercatat sebanyak 22 RT dan 5 ruas jalan di Ibu Kota yang masih tergenang.

Angka genangan tersebut menurun jika dibandingkan hari sebelumnya yang sebanyak 63 RT dan 23 ruas jalan.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 22 RT dan 5 ruas jalan tergenang,” kata Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta, M. Yohan dalam keterangannya.

Akibat genangan tersebut sambung Yohan, tercatat 837 jiwa dari 352 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi.

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah.

BPBD juga telah berkoordinasi dengan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

Yohan menargetkan seluruh genangan dapat surut dalam waktu cepat.

“BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” pungkasnya.

*(Cahyono/DISWAY.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini