Prabowo Prihatin Situasi di Tepi Barat Ganggu Upaya Perdamaian Gaza

AMMAN, YORDANIA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto menyatakan keprihatinan mendalam Indonesia terhadap situasi di Tepi Barat yang dinilai dapat mempengaruhi upaya penyelesaian konflik di Gaza.

Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuannya dengan Raja Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al-Hussein di Istana Basman, Kota Amman, Yordania, Rabu siang waktu setempat.

Ia menilai dinamika yang terjadi di wilayah tersebut berpotensi mengganggu berbagai inisiatif yang tengah diupayakan untuk menciptakan stabilitas di Gaza.

“Kami sangat prihatin terhadap masalah yang terjadi di Tepi Barat. Kami merasa bahwa ini dapat mempengaruhi keberhasilan apa pun yang kami coba lakukan di Gaza,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, keberhasilan upaya kemanusiaan maupun diplomatik di Gaza tidak dapat dilepaskan dari negara-negara yang dekat dengan wilayah Palestina.

Karena itu, Indonesia mendorong penguatan koordinasi dan kerja sama dengan Yordania, yang dinilai memiliki posisi strategis dalam memantau perkembangan situasi di kawasan.

“Kami berharap kami dapat memiliki kerja sama yang erat karena Anda (Raja Abdullah II) adalah pihak paling dekat dengan persoalan Gaza,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menekankan pentingnya komunikasi intensif antara kedua negara agar respons terhadap perkembangan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Indonesia, lanjutnya, ingin memastikan setiap langkah yang diambil tetap berada dalam kerangka solusi jangka panjang.

Pertemuan bilateral Presiden Prabowo dengan Raja Yordania merupakan agenda kenegaraan terakhir yang digelar di Istana Basman, Kota Amman, Yordania, Rabu, setelah kedua pemimpin negara itu melaksanakan pertemuan empat mata di ruangan terpisah.

Dalam pertemuan bilateral itu, Presiden Prabowo turut didampingi oleh sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sementara itu, Raja Yordania didampingi oleh Putra Mahkota Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, dan beberapa pejabat negara lainnya serta petinggi dari militer.

*(Maria Cicilia Galuh Prayudhia/Genta Tenri Mawangi/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini