Pfizer Siap Lawan Akuisisi Novo Nordisk atas Metsera: Politik, Obesitas, dan Taruhan $150 Miliar

AMERIKA SERIKAT. DMKtv, – Persaingan di industri obat memanas. Raksasa farmasi Amerika Serikat, Pfizer berada di persimpangan strategis. Apakah Pfizer menerima kekalahan dari rival Eropa Novo Nordisk atau memanfaatkan kedekatannya dengan Gedung Putih.

Novo Nordisk Kejutkan Pasar dengan Tawaran “Unggul”

Pada Kamis, Novo Nordisk, produsen obat diabetes dan obesitas asal Denmark mengumumkan tawaran lebih tinggi untuk mengakuisisi perusahaan bioteknologi AS, Metsera. Tawaran itu melampaui kesepakatan awal yang telah disetujui Pfizer.
Langkah mengejutkan ini memicu perlombaan senilai miliaran dolar di pasar pengobatan obesitas. Sektor yang diprediksi analis akan tumbuh hingga $150 miliar dalam dekade mendatang.

Metsera menyebut tawaran dari Novo “unggul” dan memberi Pfizer empat hari kerja untuk mengajukan penawaran tandingan. “Langkah berikutnya ada di tangan Pfizer,” kata juru bicara Metsera dalam pernyataan resmi.

Kedekatan Bourla dengan Trump Bisa Jadi Senjata Politik

Meski belum berkomentar apakah akan menaikkan tawaran, Pfizer dikabarkan menyiapkan langkah hukum untuk menantang penawaran Novo.

Beberapa analis menilai perusahaan bisa saja memanfaatkan hubungan politiknya dengan pemerintahan Donald Trump untuk mempengaruhi arah keputusan.

Analis Bernstein, Courtney Breen, menyebut pemerintahan Trump “transaksional dan condong memihak perusahaan AS.”

CEO Pfizer, Albert Bourla, disebut memiliki hubungan dekat dengan Trump setelah kerap menghadiri pertemuan di Gedung Putih dan resor Mar-a-Lago. “Jika ada potensi campur tangan politik, Pfizer saat ini berada di sisi yang menguntungkan,” ujar Breen. Gedung Putih menolak berkomentar atas spekulasi tersebut.

Pfizer Butuh Kemenangan di Bidang Obesitas

Bagi Pfizer, akuisisi Metsera bukan sekadar ekspansi, ini peluang penyelamatan.
Selama dua tahun terakhir, raksasa farmasi AS itu mengalami serangkaian kegagalan uji coba obat obesitas, sementara pendapatan dari produk COVID-19 anjlok dan paten obat utama mulai habis masa berlakunya.

Akibatnya, nilai saham Pfizer anjlok lebih dari 50% sejak puncaknya di masa pandemi.
“Pfizer tidak punya banyak opsi cepat. Mengakuisisi Metsera adalah satu-satunya jalan untuk kembali ke kompetisi pasar,” kata Brian Mulberry dari Zacks Investment Management. Mulbery merupakan pemegang 2,4 juta saham Pfizer.

Namun, analis juga memperingatkan agar Pfizer tidak membayar terlalu mahal, mengingat sejarah perusahaan yang kerap melakukan akuisisi dengan valuasi tinggi.

Risiko Antimonopoli Bayangi Novo Nordisk

Sementara itu, langkah agresif Novo Nordisk bisa menimbulkan masalah antitrust di Amerika Serikat.

Novo kini merupakan satu dari dua pemain dominan dalam obat obesitas, bersama Eli Lilly, dan akuisisi Metsera berpotensi menimbulkan kekhawatiran monopoli di mata regulator.

Komisi Perdagangan Federal (FTC) memiliki catatan secara ketat akuisisi terhadap perusahaan biotek yang mengembangkan terapi potensial, bahkan jika obatnya belum lulus uji.

Pengacara antimonopoli dan mantan direktur kebijakan FTC, David Balto, menilai akuisisi itu menimbulkan risiko persaingan yang nyata. “FTC memandang obat yang masih dalam pengembangan sebagai pesaing potensial penting. Mengakuisisi mereka sama berbahayanya dengan mengakuisisi pesaing mapan,” ujarnya.

Perang Obat Penurun Berat Badan: Siapa Menang?

Persaingan antara Pfizer dan Novo Nordisk menegaskan satu hal: perang global obat obesitas baru saja mulai. Bagi Pfizer, keberhasilan merebut Metsera bisa mengembalikan kejayaan bisnis dan memperkuat posisi politiknya di Washington.

Bagi Novo, kemenangan akan memperkokoh dominasinya di sektor paling menguntungkan dekade ini.

Di tengah dinamika geopolitik, tekanan regulator, dan pertarungan korporasi lintas benua. Satu hal jelas, obesitas kini bukan sekadar isu kesehatan, tapi juga perebutan kekuatan ekonomi dan politik global.

*(Reuters/DMKtv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini