Perebutan Pengaruh di Asia Tenggara

DUNIA. DMKtv, – Persaingan pengaruh antara Amerika Serikat dan China di Asia Tenggara memasuki babak baru. Riset terbaru Lowy Institute’s 2025 South-East Asia Influence Index menunjukkan bahwa Beijing kini mempertahankan keunggulan tipis atas Washington. Penguatan ini berpotensi melejit lebih jauh seiring kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai justru merugikan posisi AS di kawasan.

China kini tercatat sebagai mitra paling berpengaruh di enam dari 11 negara Asia Tenggara, termasuk Myanmar, Laos, Kamboja, Brunei, Malaysia, dan Indonesia. Meski belum hegemonik, capaian ini menempatkan Beijing sebagai kekuatan paling dominan. Asia Tenggara menjadi kawasan strategis yang diperebutkan banyak kekuatan besar.

AS masih unggul di Singapura dan Filipina, serta mampu menyaingi pengaruh China di Vietnam dan Thailand. Namun, tren jangka panjang menunjukkan pengaruh Washington kian tergerus. Menurut peneliti Lowy, Susannah Patton, kebijakan Trump memperumit posisi AS di kawasan tersebut. Kebijakan tarif tinggi, pemangkasan bantuan luar negeri, hingga pengetatan migrasi kian mempercepat pergeseran Asia Tenggara ke arah Beijing.

“Langkah-langkah pemerintahan Trump kemungkinan besar akan semakin melemahkan posisi AS di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan,” kata Patton.

Kekuatan Ekonomi Jadi Senjata Beijing

Keunggulan terbesar China terletak pada ekonomi dan diplomasi. “Sang Naga” kini menjadi pasar ekspor utama kawasan dan menyumbang sekitar 26% impor Asia Tenggara. Disamping itu, China juga agresif menyalurkan investasi swasta. Beijing aktif menjaga hubungan diplomatik, dengan jaringan kedutaan yang luas dan intensitas tinggi melalui pertemuan politik tingkat tinggi. Hal itu berbeda dengan keterlibatan AS yang lebih sporadis.

Namun, China belum sepenuhnya dominan. Di bidang pertahanan, AS masih jauh lebih kuat dengan jaringan keamanan yang kokoh di kawasan.

Dari sisi budaya, pengaruh Amerika juga tetap unggul. Dilihat dari Diaspora Indonesia yang mayoritas berasal dari AS.

Kontribusi Negara lain

Di luar dua raksasa, Jepang muncul sebagai satu-satunya kekuatan lain yang memiliki pengaruh konsisten di seluruh Asia Tenggara, baik dalam bidang ekonomi, keamanan, maupun budaya. Setelah itu, ada India, Korea Selatan, dan Australia dalam “tier kedua” pengaruh. Meski Australia cukup solid sebagai mitra pertahanan, kekuatan ekonominya masih terbatas.

Namun, riset Lowy menegaskan bahwa betapapun kuatnya pengaruh luar, Asia Tenggara masih lebih bergantung satu sama lain dibandingkan pada mitra luar kawasan.

Asia Tenggara di Persimpangan

Dengan Washington yang kian defensif dan Beijing yang semakin agresif, negara-negara Asia Tenggara kini berada di persimpangan: menyeimbangkan kepentingan ekonomi bersama China sambil menjaga keamanan melalui jaringan pertahanan AS.

Pertanyaannya, seberapa lama keseimbangan rapuh ini bisa bertahan, sebelum kawasan benar-benar condong ke salah satu kutub kekuatan dunia?

*(Stephen Dziedzic-ABC News/DMKtv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini