PRANCIS. DMKtv, – Perdana Menteri baru Prancis Sebastien Lecornu mengundurkan diri pada hari Senin (6/10). Pengunduran diri selang beberapa jam setelah Lecornu menunjuk kabinet barunya. Selain itu, Pengunduran dirinya juga karena adanya ancaman akan menggulingkan pemerintahannya.
Pengunduran diri ini tidak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya. Pengunduran diri Lecornu menandai semakin dalamnya krisis politik Prancis. Saham-saham Prancis anjlok tajam, begitu pula euro, menyusul berita pengunduran dirinya.
Setelah berminggu-minggu berkonsultasi dengan berbagai partai politik, Lecornu, membentuk kabinet pada hari minggu sebelumnya. Bahkan seluruh anggota kabinet telah bersiap untuk mengadakan pertemuan pertamanya pada Senin sore.
Penyebab Pengunduran Diri Lecornu
Susunan kabinet baru justru memperdalam ketidakstabilan politik yang sudah ada. Penunjukan anggota kabinet ini memicu kekecewaan baik dari pihak oposisi maupun pendukung pemerintah, karena tidak cukup progresif. Situasi ini memperkuat ketidakpastian karena lemahnya legitimasi politik akibat ketiadaan mayoritas suara parlemen.
Lecornu menyerahkan pengunduran dirinya kepada Macron pada Senin pagi.
“Sebastien Lecornu telah mengajukan pengunduran diri Pemerintahannya kepada Presiden, yang telah menerimanya,” demikian pernyataan kantor pers Istana Elysee.
Politik Prancis menjadi semakin tidak stabil sejak terpilihnya kembali Macron pada tahun 2022 karena tidak ada partai atau kelompok yang memegang mayoritas parlemen.
Keputusan Macron untuk mengadakan pemilihan parlemen dadakan tahun lalu memperparah krisis dengan menciptakan parlemen yang semakin terfragmentasi. Lecornu, yang baru menjabat bulan lalu, adalah perdana menteri kelima Macron dalam dua tahun.
Penurunan Perdagangan di Pasar Modal
Saham-saham di Eropa bergerak stagnan dengan kecenderungan melemah pada Senin pagi. Perlambatan harga saham di Eropa terdorong oleh tekanan dari pasar Prancis. Perlambatan tersebut cukup terbantu oleh sektor teknologi dan energi yang stabil.
Indeks STOXX 600 sebagai tolok ukur pasar Eropa turun sekitar 0,1 % ke level 570,1 poin pada pukul 07:12 GMT. Sebelumnya, indeks ini sempat mencatat kenaikan lebih dari 2,8 % sepanjang pekan lalu.
Sektor keuangan zona euro melemah, dengan indeks bank turun sekitar 0,6 %. Saham-saham perbankan Prancis menjadi sorotan penurunan, terutama Société Générale, Crédit Agricole, dan BNP Paribas.
Penurunan itu muncul setelah Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu, menunjuk Roland Lescure sebagai Menteri Keuangan baru.
Meskipun demikian, beberapa sektor mencatat kinerja positif. Sektor energi & minyak menguat ~0,8 %, setelah pasar mencermati bahwa rencana kenaikan produksi OPEC+ pada November ternyata lebih moderat dari ekspektasi. Sektor teknologi naik sekitar 0,5 %, dengan ASML sebagai salah satu kontributor utama menguat ~1,6 %.
Di sisi individu, saham SEB (pembuat peralatan dapur di Prancis) anjlok ~22,3 % setelah perusahaan merevisi turun proyeksi penjualan dan laba tahunannya.
Prancis kini berada dalam situasi ketidakkepercayaan yang kokoh dari parlemen maupun publik. Situasi ini dapat menciptakan risiko politik dan ekonomi yang berkelanjutan.
*(Anas Mudhakir/DMKtv)











