WASHINGTON, AS. DMKtv, – Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang di Gaza telah berakhir dan kawasan Timur Tengah akan normal kembali. Ia menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Minggu saat terbang ke Israel. Negara itu tengah menunggu Hamas membebaskan para sandera Israel. Sementara para pemimpin dunia berkumpul untuk membahas langkah perdamaian berikutnya.
“Perang sudah berakhir, Anda mengerti itu,” kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One saat ia memulai penerbangan dari Washington menuju Israel.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlangsung selama tiga hari. Gencatan ini menjadi latar belakang pembebasan sandera Israel dan Palestina.
Optimisme Masyarakat akan Tercapaianya Kedamaian
Ribuan warga Palestina terus bergerak ke utara menuju Kota Gaza, wilayah yang menjadi fokus serangan Israel selama dua bulan terakhir. Mereka berharap gencatan senjata ini benar-benar mengakhiri perang.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa, “Besok menjadi awal dari jalan baru. Jalan pembangunan, jalan penyembuhan, dan saya harap – jalan penyatuan hati.”
“Banyak sekali kegembiraan di antara masyarakat,” kata Abdou Abu Seada, seorang warga Gaza. Namun, ia menambahkan bahwa kegembiraan itu tak banyak karena kelelahan setelah dua tahun perang yang menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.
Juru bicara Pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, menyatakan bahwa Hamas akan mulai membebaskan para sandera pada Senin pagi. Menurutnya, Hamas akan membebaskan 20 sandera yang masih hidup secara bersamaan.
Ia menambahkan bahwa jika Hamas membebaskan para sandera lebih awal, Israel telah siap menyambut mereka. Setelah itu, Hamas akan menyerahkan jenazah 28 sandera yang telah tewas.
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Hamas akan membebaskan semua sandera paling lambat Senin siang (13/10). Hamas telah menyandera mereka sejak 7 Oktober 2023 saat kelompok itu melancarkan serangan mendadak terhadap Israel yang kemudian memicu perang.
Koordinator sandera Israel, Gal Hirsch, mengatakan bahwa pihaknya akan membentuk tim guna membantu Hamas dalam pembebasan dan pengembalian jasad sandera.
Negosiasi masih Berlangsung
Trump akan tiba di Israel pada hari Senin untuk menyampaikan pidato di hadapan Knesset, parlemen Israel. Kemudian Trump melanjutkan perjalanannya ke Sharm El Sheikh di Mesir. Di sana, ia akan menghadiri pertemuan puncak para pemimpin dunia guna mengakhiri perang Gaza.
Seorang reporter dari Axios menyatakan bahwa Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, juga akan menghadiri pertemuan puncak tersebut, mengutip keterangan dari seorang pejabat senior Palestina.
Utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, telah menyampaikan pidato dalam unjuk rasa di Tel Aviv pada hari Sabtu. Banyak warga Israel berharap bahwa unjuk rasa itu menjadi aksi terakhir untuk mendesak pembebasan sandera dan penghentian perang.
AS bersama Mesir, Qatar, dan Turki telah menengahi perjanjian tahap pertama antara Israel dan Hamas. Perjanjian itu mencakup gencatan senjata dan pembebasan sandera oleh Hamas dan Israel.
Dinas Penjara Israel menyatakan bahwa pihaknya telah memindahkan beberapa sandera Palestina ke fasilitas lain sebelum jadwal pembebasan mereka. Kementerian Kehakiman Israel telah merilis 250 nama warga Palestina yang akan bebas berdasarkan kesepakatan itu.
Daftar tersebut tidak mencakup komandan senior Hamas atau tokoh faksi lain seperti Marwan Al Barghouti dan Ahmed Saadat, sesuai keinginan Hamas.
Kantor informasi tahanan Hamas mengatakan bahwa pihaknya masih melanjutkan pembicaraan dengan mediator Israel untuk meninjau daftar tahanan yang akan dibebaskan.
Israel juga berencana membebaskan 1.700 warga Palestina yang mereka tahan sejak 7 Oktober 2023, 22 anak di bawah umur Palestina, serta 360 jenazah. Juru bicara pemerintah Israel, Bedrosian, menyatakan bahwa Israel akan membebaskan para tahanan setelah para sandera yang masih hidup kembali ke wilayah Israel.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyampaikan bahwa setelah semua sandera kembali, militer Israel akan menghancurkan terowongan bawah tanah yang Hamas bangun di Gaza.
Warga Gaza yang Kembali Menyaksikan Kehancuran
Warga Palestina yang kembali ke Gaza utara menggambarkan kehancuran luas di wilayah itu. Petugas penyelamat memperingatkan adanya risiko dari persenjataan dan bom yang belum meledak.
Amjad Al Shawa, pemimpin organisasi Palestina yang bekerja sama dengan kelompok bantuan, memperkirakan bahwa pihaknya membutuhkan 300.000 tenda untuk menampung sekitar 1,5 juta warga Gaza yang mengungsi.
“Kami tidak percaya atas kehancuran yang kami saksikan,” kata Rami Mohammad-Ali, 37 tahun, lewat telepon setelah ia berjalan sejauh 15 km bersama putranya dari Deir Al Balah ke Kota Gaza.
“Kami gembira bisa kembali ke Kota Gaza, tapi pada saat yang sama kami juga merasakan kesedihan mendalam atas kehancuran yang terjadi,” lanjutnya, sambil menggambarkan bahwa ia melihat jasad manusia berserakan di sepanjang jalan.
*(Reuters/DMKtv)











