DUNIA. DMKtv, – Sebagian besar pasar saham Asia menguat pada hari Senin (29/9). Sementara dolar melemah imbas investor menghadapi kemungkinan penutupan pemerintah AS. Rencana Pemerintah AS akan menunda penerbitan laporan penggajian bulan September dan sejumlah data penting lainnya.
Presiden Donald Trump akan bertemu dengan para pemimpin Partai di Kongres guna membahas perpanjangan pendanaan pemerintah. Tanpa kesepakatan, penutupan pemerintahan akan dimulai pada Rabu (1/10). Penutupan Pemerintahan AS bersamaan dengan pemberlakuan tarif baru AS untuk truk berat, farmasi, dan barang-barang lainnya.
Penutupan yang berlarut-larut dapat menyebabkan The Fed tidak berdaya menghadapi perekonomian. “Jika penutupan berlanjut setelah rapat, The Fed akan mengandalkan data swasta untuk keputusan kebijakannya,” tulis analis di BofA dalam sebuah catatan. “Secara marjinal, kami pikir ini dapat menurunkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada bulan Oktober, tetapi hanya sedikit.”
Loby Pemerintahan Trump
Pasar memperkirakan ada 90% kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Oktober, dengan sekitar 65% kemungkinan pemangkasan berikutnya pada bulan Desember.
Analis BofA memperkirakan, penghentian operasi hanya akan mengurangi 0,1 poin persentase dari pertumbuhan ekonomi untuk setiap minggu yang berlangsung. Mereka memperingatkan pemerintah untuk tidak memberhentikan pekerja secara permanen akibat penutupan pemerintahan. Hal itu dapat berdampak lebih berarti pada penggajian dan keyakinan konsumen.
Ada banyak ketidakpastian tentang apa yang mungkin terjadi pada pertemuan para jenderal dan laksamana AS di Quantico, Virginia, pada hari Selasa. Pertemuan di Quantico diinisiasi oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan akan dihadiri Trump.
Kondisi Pasar Dunia
Di sisi lain, analis optimis akan peningkatan ekuitas oleh aksi beli pada kuartal mendatang, yang secara historis cenderung berdampak positif bagi saham. S&P 500 telah menguat 74% di kuartal keempat.
Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,2%, sementara kontrak berjangka Nasdaq menguat 0,3%, setelah sedikit melemah minggu lalu. Kontrak berjangka EUROSTOXX 50 naik 0,3%, begitu pula kontrak berjangka FTSE dan kontrak berjangka DAX.
Nikkei Jepang (.N225), melemah tipis 0,8%, tetapi masih 5% lebih tinggi di bulan September sejauh ini. Investor menunggu pemimpin baru dari partai berkuasa LDP dalam pemungutan suara akhir pekan ini. Kepemimpinan baru di Jepang berimplikasi bagi kebijakan fiskal dan moneter.
Saham Korea Selatan (.KS11), naik 1,3%, sehingga keuntungan mereka bulan ini mencapai 7,6%. Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang (.MIAPJ0000PUS), mengalami penguatan 0,4%, naik hampir 4% dalam bulan ini.
Saham blue chip China (.CSI300), meningkat 0,7%, menjelang libur Golden Week yang dimulai pada hari Rabu.
Di pasar obligasi, obligasi pemerintah AS berdurasi 10 tahun tumbuh 4,16%, setelah tertekan minggu lalu oleh serangkaian data ekonomi AS yang optimistis. Sementara investor mengurangi ekspektasi terhadap seberapa rendah suku bunga Fed pada akhirnya.
Fluktuasi Komoditas dan Mata Uang Dunia
Sejumlah pembicara dari bank sentral akan hadir minggu ini, dengan sedikitnya lima pembicara dari Fed dan Bank Sentral Eropa akan hadir pada hari Senin.
Bank sentral Australia akan bertemu pada hari Selasa dan memperkirakan untuk mempertahankan suku bunga di 3,65%, setelah melakukan pelonggaran tiga kali tahun ini.
Indeks dolar melemah 0,2% ke level 97,952, setelah diuntungkan pekan lalu oleh serangkaian berita ekonomi yang baik. Euro sedikit menguat ke $1,1726, tetapi masih berada di bawah kisaran terakhirnya, yaitu $1,1646 hingga $1,1918.
Dolar melemah 0,4% menjadi 148,92 yen, setelah menguat lebih dari 1% minggu lalu dan menjauh dari titik terendah September di sekitar 145,50.
Di pasar komoditas, emas melanjutkan kenaikannya hingga mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa di $3.798 per ons.
Harga minyak merosot karena minyak mentah mulai mengalir melalui pipa dari wilayah semi-otonom Kurdistan di Irak utara ke Turki untuk pertama kalinya dalam 2-1/2 tahun.
Reuters melaporkan OPEC+ kemungkinan akan menyetujui peningkatan produksi minyak setidaknya 137.000 barel per hari.
Brent turun 0,8% menjadi $69,73 per barel, sementara minyak mentah AS turun 0,7% menjadi $65,27 per barel.
Selain bayangan shutdown, pasar juga menanti hasil pertemuan di Quantico. Ketidakpastian geopolitik, kebijakan bank sentral dunia dan The Fed, ECB hingga RBA, menjadi faktor kunci ritme pasar dalam beberapa pekan ke depan.
*(Â Wayne Cole-Reuters/DMKtv)











