New York, DMKtv, – Palliser Capital mendesak LG Chem Ltd memperbarui susunan direksi dan melakukan pembelian kembali saham. LG Chem merupakan salah satu pemasok baterai kendaraan listrik terbesar di dunia. Menurut Palliser, langkah-langkah tersebut dapat mendorong harga saham perusahaan melonjak lebih dari dua kali lipat.
James Smith, pendiri sekaligus Chief Investment Officer Palliser, menyampaikan pernyataan ini dalam acara 13D Monitor Active Passive Investment Summit di New York. Ia menilai bahwa saham LG Chem saat ini sebesar 74% terhadap nilai aset bersihnya. Investor melihat LG Chem sebagai perusahaan petrokimia yang sedang kesulitan dan mengabaikan potensi besar unit bisnis baterainya.
Meski memiliki fondasi bisnis yang kuat, saham LG Chem anjlok 20% dalam 12 bulan terakhir dan tertinggal dari para pesaingnya.
Penerapan GCG, salah satu penyebab lemahnya Valuasi LG Chem
Banyak faktor yang menyebabkan lemahnya valuasi LG Chem. Smith menyebut lemahnya tata kelola perusahaan, ketidakseimbangan peran pemegang saham, serta keputusan alokasi modal. Saat ini, valuasi pasar LG Chem berada di angka US$17 miliar, jauh di bawah estimasi nilai wajarnya sebesar US$65 miliar.
“LG Chem memiliki peluang besar untuk membuka nilai tersembunyi dengan menutup kesenjangan valuasi ini,” kata Smith. Ia menyerukan agar dewan direksi secara resmi mengevaluasi LG Chem Value Enhancement Plan. Manajemen LG Chem agar mengambil peran aktif dalam mewujudkan visi KOPSI 5.000 yang dicanangkan Presiden Lee.
Keputusan LG Chem pada 2020 untuk memisahkan bisnis baterainya menjadi entitas baru bernama LG Energy Solutions juga menuai kritik. Beberapa analis menyebut pemisahan itu berdampak negatif terhadap pasar modal Korea secara keseluruhan.
Smith sempat mengapresiasi beberapa langkah LG Chem. Perusahaan menjual bisnis polarisator dua tahun lalu dan melepas unit penyaring air tahun ini. Akan tetapi, ia menilai langkah-langkah tersebut belum cukup signifikan.
Ia mendesak perusahaan untuk memperbarui susunan dewan direksi dengan mengundang profesional di sektor material canggih, kendaraan listrik, dan ilmu hayati. Saat ini, kata Smith, mayoritas dewan direksi LG Chem tidak memiliki latar belakang manajemen bisnis atau pengalaman dalam alokasi modal.
Selain itu, Palliser mendorong LG Chem untuk segera melakukan pembelian kembali saham dan secara aktif menjaga rasio utang bersih pada level yang sehat.
James Smith, yang sebelumnya bekerja di Elliott Investment Management dan memiliki pengalaman di Asia, juga dikenal karena investasinya di Jepang. Ia pernah terlibat di perusahaan properti Tokyo Tatemono dan perusahaan kereta api Keisei Electric Railway.
*(Reuters/DMKtv)



![RRKZNIZFRFOPHHBJ7L7DOZXA3I[1]](https://dmkcomm.com/wp-content/uploads/2025/10/RRKZNIZFRFOPHHBJ7L7DOZXA3I1.jpg)







