Nostradamus dari China Ungkap 2 Pil Pahit Amerika untuk Sudahi Perang dengan Iran

JAKARTA. DMKtv,– Professor Jiang Xueqin merupakan pengamat politik global serta dijuluki Nostradamus dari China ungkap 2 pil pahit Amerika untuk sudahi perang dengan Iran.

Saat melakukan wawancara di akun youtube Tucker Carlson, Donald Trump selaku Presiden Amerika tengah dalam posisi serba salah dalam mengakhiri perperangan dengan Iran.

Akan tetapi jika perang Iran diteruskan maka akan berdampak besar pada ekonomi global salah satunya dengan banyaknya pembatalan penerbangan internasional.

Selain itu para ahli memperkirakan bahwa beberapa negara di Asia akan mengalami kekurangan pangan, sehingga negara-negara tersebut akan menjatah makanan bagi warganya.

Adapun 2 pil pahit yang harus ditelan Amerika jika akan menghentikan perang dengan Iran semakin pahit setelah Israel menyerang South Pars yang merupakan ladang gas terbesarnya.

Akibatnya Iran membalas dengan menyerang dengan menyerang infrastruktur energi milik The Gulf Cooperation Council atau GCC.

Bahkan dengan kondisi ini Iran bertujuan untuk menjadikan harga minyak dunia tembus di angka 200 dolar Amerika per barel.

Tentunya dengan kenaikan ini membuat dampak yang sangat signifikan pada ekonomi global karena seluruh ekonomi global didasarkan pada akses ke energi murah.

Jika perang dilanjutkan dan akan berlangsung bertahun-tahun, maka Amerika akan mengirimkan pasukannya ke Iran yang tentunya akan ikut menyeret negara lainnya.

Bahkan saat ini Arab Saudi sendiri sedang mempertimbangkan untuk menyatakan perang terhadap Iran, di mana Arab memiliki paket pertahanan netral dengan Pakistan, bahkan jika terlibat dalam perang ini maka keadaan akan di luar kendali.

Negosiasi damai menurut Jiang Xueqin semakin pupus dengan tewasnya Ali Larijani yang merupakan mantan Ketua Parlemen Iran dan memiliki pengaruh besar telah tewas akibat serangan Israel.

Padahal dia seorang yang memiliki pengaruh besar dan memiliki wewenang untuk menegosiasikan gencatan senjata.

Jiang Xueqin juga menyampaikan skenario terburuk yang akan terjadi jika perang terus berlanjut dan menghandurkan kompleks Oxamos di Yerusalem yang akan memicu perang agama.

Sebenarnya saat dimulainya perang ini, Amerika Serikat sebenarnya tidak memiliki jalan keluar untuk menyelesaikan perang ini, karena berharap dengan meninggalnya Ali Khamenei membuat Iran menyerah, namun prediksi Trump meleset.

Sedangkan pil pahit kedua adalah jika Amerika mencoba untuk melakukan negosiasi gencatan senjata dengan Iran.

Tentunya Iran memiliki posisi tawar lebih dan bisa jadi Iran meminta ganti rugi hingga 1 triliun dolar Amerika untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi.

Tidak hanya itu, Iran pastinya juga akan meminta Amerika Serikat untuk meninggalkan Timur Tengah secara permanen untuk memastikan kedamaian negaranya dalam jangka panjangnya

Jika Amerika Serikat melakukan itu, maka negara-negara GCC secara kolektif akan menjadi negara klien Iran karena, hanya Iran satu-satunya yang dapat menjamin keselamatan mereka.

Kita mengetahui jika GCC adalah basis dari petrodolar, di mana GCC menjual minyak dalam dolar Amerika, kemudian mendaur ulang uang ini kembali ke dalam perekonomian Amerika.

Jika GCC meninggalkan petrodolar, maka ini akan memiliki dampak yang parah pada perekonomian Amerika.

Tentunya akan ada reaksi berantai, di mana Jepang dan Korea Selatan akan melihat yang terjadi di Timur Tengah dan segera meniggalkan Amerika Serikat karena tidak lagi dapat menjamin keamanan mereka.

Mereka juga harus melakukan remiliterisasi yang akan menghabiskan semua sumber daya untuk beradaptasi dalam mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman dari China.

Sedangkan negara-negara Eropa jika melihat apa yang terjadi di GCC serta di Asia Tenggara, mereka akan bertanya-tanya mengapa harus  melawan Rusia seperti yang terjadi saat ini.

Kerana akan lebih menguntungkan bagi mereka untuk menegosiasikan perjanjian perdamaian dengan Rusia sesegera mungkin.

Jika ini terjadi maka dolar Amerika akan runtuh sebagai mata uang global dan mata uang cadangan.

Kita harus ingat bahwa Amerika Serikat memiliki hutang sebesar $39 triliun dan sistem ekonomi Amerika menerapkan skema Ponzi yang bergantung pada negara-negara asing untuk terus membeli dolar mereka.

Jadi ekonomi Amerika pada dasarnya tidak akan mampu menahan penarikan Amerika dari Timur Tengah dan saat ini bisa kita lihat jika Amerika telah terjebak.

*(Reza Permana/DISWAY.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini