Netanyahu Perluas Operasi Militer Israel di Lebanon Selatan: Kami Lemahkan Hizbullah!

TEL AVIV. DMKtv,- Benjamin Netanyahu menyatakan telah memerintahkan militer Israel untuk memperluas operasi di wilayah selatan Lebanon.

Langkah ini diambil sebagai respons atas serangan roket yang terus dilancarkan oleh kelompok militan Hizbullah.

Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menegaskan bahwa perluasan operasi bertujuan memperkuat keamanan di perbatasan utara Israel sekaligus mengurangi ancaman serangan rudal.

Fokus Perluasan Zona Keamanan

Israel sebelumnya mengumumkan rencana memperluas “zona penyangga” hingga ke wilayah Sungai Litani, yang berada sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel.

Namun, belum ada kejelasan apakah instruksi terbaru Netanyahu mencakup wilayah tersebut atau justru memperluas operasi lebih jauh lagi.

“Saya telah menginstruksikan perluasan zona keamanan untuk menggagalkan potensi ancaman invasi dan menjauhkan serangan rudal anti-tank dari wilayah kami,” ujar Netanyahu dalam pernyataan video dari Komando Utara Israel.

Sementara itu, pemerintah Israel belum merinci detail operasional dan isu ini juga belum dibahas secara resmi oleh kabinet keamanan.

Ketegangan meningkat setelah Hizbullah meluncurkan serangan roket ke Israel, menyusul aksi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurut berbagai laporan:

  • Lebih dari 400 anggota Hizbullah dilaporkan tewas sejak konflik terbaru pecah awal Maret
  • Di pihak Lebanon, lebih dari 1.100 orang meninggal dunia, termasuk warga sipil
  • Militer Israel melaporkan empat tentaranya gugur dalam pertempuran di wilayah selatan Lebanon

Data korban dari pihak Lebanon tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan.

Strategi Israel Hadapi Ancaman Regional

Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas dalam menghadapi pengaruh Iran di kawasan.

Ia menyebut Israel tengah menjalankan operasi multi-front terhadap kelompok yang bersekutu dengan Iran, termasuk Hamas di wilayah Gaza.

“Kami telah melemahkan kemampuan Hizbullah secara signifikan, termasuk mengurangi ancaman dari puluhan ribu rudal yang menargetkan kota-kota Israel,” kata Netanyahu.

Meski demikian, ia mengakui bahwa Hizbullah masih memiliki kemampuan untuk meluncurkan serangan, sehingga situasi di wilayah utara Israel belum sepenuhnya aman.

Dampak dan Situasi Terkini

Perluasan operasi militer ini diperkirakan akan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan banyak pihak berpotensi memicu eskalasi lebih luas jika tidak segera mereda.

Komunitas internasional pun terus memantau perkembangan situasi, terutama terkait dampak kemanusiaan akibat meningkatnya intensitas konflik di Lebanon selatan.

*(Risto Risanto/DISWAY.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini