JAKARTA.DMKtv,- Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 bukan sekadar pelayan teknis, melainkan representasi negara di tanah suci.
Seluruh petugas diminta membuang ego sektoral dan memprioritaskan pelayanan kepada jemaah di atas kepentingan pribadi, termasuk ibadah individu.
Hal tersebut disampaikan Irfan Yusuf saat memimpin apel pagi di depan 1.636 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi tahun 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Dalam arahannya, Menhaj menekankan bahwa kinerja petugas akan menjadi sorotan penuh masyarakat.
“Ibu dan Bapak sekalian adalah orang-orang terpilih. Dari 10.000 pendaftar, hanya 1.500-an yang ada di sini. Saya tidak ingin ada laporan petugas yang cuek terhadap situasi di lapangan. Anda mewakili negara, dan negara harus hadir dalam setiap kesulitan yang dihadapi jemaah,” ujar Gus Irfan.
Menhaj meminta para petugas mulai melatih kepekaan dan responsivitas sejak masa pelatihan, Diklat PPIH yang sedang berlangsung ini.
Gus Irfan mencontohkan tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan asrama Diklat tanpa mengandalkan petugas kebersihan.
Menurutnya, karakter petugas di Arab Saudi nanti ditentukan oleh kebiasaan yang dibangun selama di Jakarta.
Ia bahkan berbagi pengalaman pribadinya saat menunaikan haji reguler tahun 2008.
Kala itu, ia berinisiatif membersihkan deretan toilet yang kotor akibat terhentinya pasokan air di dekat wilayah Jamarat.
“Kebiasaan kecil di Jakarta akan berujung pada manfaat besar di sana. Jika melihat ada sampah atau fasilitas yang kotor di penginapan jemaah nanti, segera bereskan. Jangan menunggu orang lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, disebut, tahun ini merupakan tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah memegang kendali penuh proses haji di Indonesia.
Mengingat kompleksitas operasi haji yang melibatkan berbagai unsur yakni mulai dari TNI/Polri, tenaga kesehatan, hingga perwakilan ormas keagamaan, Irfan menginstruksikan penghapusan sekat-sekat instansi maupun senioritas.
“Di sini tidak ada istilah senior-junior, tidak ada asal lembaga. Yang ada hanya satu:Â Petugas Haji. Saya minta jangan ada yang hanya melayani pimpinan instansinya atau pejabat tertentu. Tugas utama Anda adalah melayani seluruh jemaah tanpa melihat jabatan atau asal daerah,” kata Irfan.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji diukur dari keselamatan dan kenyamanan setiap individu jemaah.
“Satu jemaah tertinggal adalah kegagalan tim, dan itu adalah tanggung jawab saya. Saya tidak ingin tim ini gagal,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Gus Irfan memberikan penekanan pada tiga poin utama yakni ketepatan waktu, kesiapan bekerja di bawah tekanan, dan keberanian untuk mendahulukan jemaah di atas kepentingan pribadi.
“Jika Anda sedang ingin makan atau bahkan sedang beribadah di Masjidil Haram, namun ada jemaah yang tersesat dan butuh bantuan, kalahkan kepentingan pribadi itu. Utamakan jemaah. Itulah kunci menjadi petugas yang amanah,” pungkasnya.
Masa diklat PPIH Arab Saudi dijadwalkan berlangsung hingga 30 Januari mendatang untuk memastikan seluruh petugas siap diberangkatkan menuju gelombang pertama operasional haji 2026.
Di sela apel kali ini, Gus Irfan berkenan mengecek langsung kondisi asrama para PPIH, termasuk dapur.
Kemudian, Gus Irfan mengecek pasukan PPIH yang berbaris rapi serta menyapa langsung untuk memberikan semangatnya.
*(Khomsurijal W/DISWAY.ID)











